Belakangan ini, istilah gestun makin sering muncul di media sosial maupun obrolan sehari-hari. Banyak orang penasaran karena prosesnya terlihat “cepat cair”, apalagi saat sedang butuh dana mendadak. Tapi di balik itu, masih banyak juga yang belum benar-benar paham bagaimana cara kerja gestun dan risiko yang bisa muncul setelahnya.
Sebenarnya, gestun adalah singkatan dari “gesek tunai”, yaitu aktivitas mengubah limit kredit menjadi uang tunai melalui transaksi tertentu. Biasanya dilakukan lewat pihak ketiga atau merchant yang menawarkan jasa pencairan dana.
Sekilas memang terlihat praktis. Misalnya ada orang yang sedang butuh uang cepat untuk kebutuhan mendadak, lalu tergoda menggunakan limit kredit untuk dicairkan. Padahal, di balik proses tersebut ada risiko yang sering kali tidak disadari sejak awal.
Cara Kerja Gestun yang Sering Terjadi
Dalam praktiknya, gestun biasanya dilakukan dengan membuat transaksi fiktif. Contohnya, pengguna seolah-olah melakukan pembelian barang di merchant tertentu, padahal tidak ada barang yang benar-benar dibeli.
Setelah transaksi berhasil, dana akan diberikan ke pengguna dalam bentuk tunai setelah dipotong sejumlah biaya jasa. Karena ada potongan tambahan, nominal uang yang diterima biasanya tidak penuh sesuai limit yang digunakan.
Masalahnya, tagihan tetap berjalan seperti transaksi biasa. Jadi walaupun uang yang diterima lebih sedikit, kewajiban pembayaran tetap sesuai nominal transaksi awal.
Risiko Gestun yang Perlu Dipahami
Banyak orang hanya fokus pada dana cepatnya, tapi lupa mempertimbangkan risikonya. Padahal, gestun bisa membawa cukup banyak dampak yang merugikan.
Salah satunya adalah risiko penyalahgunaan akun. Karena prosesnya melibatkan pihak ketiga, data akun dan informasi pribadi bisa saja tersebar atau digunakan tanpa izin.
Selain itu, transaksi yang tidak sesuai ketentuan juga bisa memengaruhi keamanan akun. Dalam beberapa kondisi, aktivitas mencurigakan dapat membuat akun dibatasi sementara untuk alasan keamanan.
Belum lagi adanya biaya tambahan yang cukup besar. Di awal mungkin terasa membantu, tapi kalau tidak dihitung dengan matang, justru bisa membuat kondisi finansial makin berat karena tagihan tetap harus dibayar penuh.
Daripada Berisiko, Kan Bisa Pakai Pinjaman Tunai dari Kredivo
Selain menyediakan berbagai pilihan pembayaran fleksibel seperti cicilan mulai dari 1,99%, 0% Bunga & Admin untuk cicilan 30 hari. Daripada melakukan gestun, kamu juga bisa menggunakan KrediFazz fitur pinjaman tunai dari Kredivo.
Untuk urusan dokumen mudah dan tidak harus menunggu approval berhari-hari. Cairnya juga bisa cepat sesuai dengan limit yang ada di akunmu. Soal tenor juga gak kalah fleksibel dengan penggunaan PayLater Kredivo kok! Cicilan mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan jadi bisa disesuaikan.
Daripada menggunakan cara yang berisiko, lebih aman memanfaatkan fitur pembayaran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Kenapa Gestun Sebaiknya Dihindari?
Kadang orang melakukan gestun karena merasa “yang penting cair dulu”. Padahal, keputusan finansial yang terlalu buru-buru justru bisa memunculkan masalah baru setelahnya.
Apalagi kalau sampai menggunakan jasa yang tidak jelas. Risiko penipuan, penyalahgunaan data, hingga tagihan yang membengkak bisa terjadi tanpa disadari.
Karena itu, penting untuk lebih bijak menggunakan limit kredit. Fokus pada kebutuhan yang memang jelas dan gunakan fitur sesuai fungsi utamanya agar transaksi tetap aman dan nyaman.
Gestun mungkin terdengar seperti solusi cepat, tapi tetap ada risiko dan wajib dihindari. Mulai dari biaya tambahan, keamanan akun, sampai potensi penyalahgunaan data pribadi.
Daripada mengambil langkah yang berisiko, lebih baik memanfaatkan fitur pembayaran yang memang dirancang untuk membantu kebutuhan secara aman dan fleksibel. Dengan penggunaan yang tepat, limit kredit bisa tetap jadi solusi tanpa harus membuat kondisi finansial jadi lebih rumit di kemudian hari.