Keringanan Biaya & Bunga Keterlambatan Kredivo

Wabah virus corona atau covid-19 yang melanda Indonesia, tidak hanya menyerang tubuh saja, sektor ekonomi juga ikut terserang karena pandemi yang sudah mendunia ini. Banyak sekali perusahaan yang mem-PHK ribuan karyawan, merumahkan ribuan karyawan, hingga bisnis yang anjlok karena orang-orang tidak melakukan banyak aktivitas di luar rumah.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta kepada bank dan segala instansi keuangan untuk menekankan relaksasi pembayaran kredit untuk masyarakat yang mempunyai cicilan atau tagihan di lembaga keuangan.

Walaupun peraturan ini tidak berlaku kepada fintech lending, dan hanya berlaku untuk perbankan, perusahaan pembiayaan (multifinance), asuransi, dan dana pensiun, namun Kredivo memahami bahwa saat ini bukan waktu yang mudah bagi banyak orang. Oleh karena itu sebagai bentuk keprihatinan, Kredivo akan menurunkan biaya dan bunga keterlambatan selama periode 15 Mei – 14 Juni 2020.

Biaya keterlambatan turun menjadi 3% per bulan (sebelumnya 6%) dan bunga keterlambatan turun menjadi 3% per bulan (sebelumnya 4%) dari jumlah tagihan yang melewati tanggal jatuh tempo. Keringanan ini berlaku untuk semua tagihan yang jatuh tempo pada periode tersebut termasuk semua layanan Kredivo seperti bayar dalam 30 hari, cicilan 3/6/12 bulan, produk digital, tiket pesawat, pinjaman mini & pinjaman jumbo. 

Contoh biayanya:

  • Jika tagihanmu jatuh tempo di tanggal 30 Mei 2020 dan kamu telat membayar, maka biaya keterlambatan kamu adalah 6% dari total tagihan yang jatuh tempo.
  • Jika tagihanmu jatuh tempo di tanggal 15 Juni 2020 dan kamu telat membayar, maka biaya keterlambatan kamu adalah 10% dari total tagihan yang jatuh tempo.

Biaya-biaya ini hanya dikenakan jika kamu terlambat membayar tagihan. Jadi kami tetap menyarankan kamu untuk membayar tagihan tepat waktu agar terhindar dari tambahan biaya.

Semoga dengan cara ini, Kredivo bisa terus membantumu memenuhi kebutuhan sehari-hari ya. Kita sama-sama berdoa semoga masa-masa sulit ini juga cepat berlalu.

Share this article