kredivo_smartphone

5 Platform E-Commerce Pilihan Konsumen Indonesia untuk Membeli Smartphone

Priceza Indonesia, sebagai  salah satu pelopor mesin pencari belanja (shopping search engine) dan platform pembanding harga di Indonesia, mengungkapkan fakta menarik tentang 5 platform e-commerce yang pertama kali ada di benak konsumen Indonesia ketika akan membeli smartphone.

Indonesia adalah pasar eksotis bagi industri smartphone, bahkan menduduki peringkat tiga dalam hal ukuran pasar di Asia Pasifik. Proyeksi statistik pun mengutarakan hal yang sama. Lembaga riset eMarketer memperkirakan jumlah pengguna smartphone di tanah air akan menembus angka 83 juta di tahun 2018.

Peran e-commerce dalam pemasaran smartphone

Bergairahnya industri ini tidak lepas dari berkembang pesatnya saluran pemasaran, khususnya dalam konteks belanja online. Kini muncul beragam platform e-commerce (online shop dan marketplace) yang menggeser preferensi metode pembelian masyarakat. Mereka dianggap sebagai alternatif yang lebih mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi sekaligus bertransaksi.

Vendor pun menangkap pola tersebut, dan menelurkan inovasi yang kini cukup lumrah ditemui dalam hal pemasaran smartphone. Seperti fenomena penjualan kilat (flash sale) yang bekerjasama dengan pelaku industri e-commerce. Sesuai namanya, ini adalah penjualan online pada periode tertentu dengan iming-iming ‘harga spesial’ dan ‘kesempatan langka’.

Selain itu, ada taktik pemasaran lain yang lebih eksklusif, berupa kemitraan antara merek dan platform e-commerce. Bentuknya berupa penjualan seri smartphone tertentu secara eksklusif, dan tidak dijual bebas di pasaran ataupun toko konvensional (setidaknya hingga waktu tertentu).

Merespon fenomena ini, Priceza Indonesia melakukan studi internal yang bertujuan untuk menguak preferensi masyarakat terhadap platform e-commerce, dalam konteks pencarian dan pembelian produk smartphone.

Toko yang ada dibenak konsumen Indonesia ketika mencari smartphone

Ada 5 platform favorit yang digunakan pencari informasi dan pembeli potensial. Mereka adalah: Lazada, Blanja, Bhinneka, Elevenia, dan Kaskus Marketplace.

Dari temuan ini, setidaknya terdapat dua poin untuk dibahas. Pertama dan mungkin tidak disadari adalah, kelima platform tersebut tidak fokus dalam menjual produk spesifik dan menjual nyaris segala produk lintas kategori. Mungkin sedikit pengecualian untuk Bhinneka yang cukup fokus di produk gadget (gawai).

Hal ini mengundang pertanyaan: apakah strategi ‘spesialisasi’ membawa keunggulan kompetitif dalam industri e-commerce? Sementara ini, sepertinya jawabannya tidak.

Kedua, dua raksasa e-commerce tidak masuk dalam daftar. Tokopedia dan BukaLapak. Walaupun keduanya berada di urutan pertama dan kedua sebagai platform belanja terfavorit di Indonesia. Tetapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk kategori smartphone.

Terkait preferensi harga, hasil temuan Priceza tidak mengejutkan. Smartphone berharga murah (low-end) mendominasi pencarian. Kemudian diikuti kelas menengah (mid-end), serta atas (high-end). Singkatnya, harga masih menjadi faktor terpenting bagi mayoritas konsumen Indonesia.

Merek favorit di masing-masing kelas

Baca Juga:  Gaya Hidup Tinggi Bikin Boros? Simak Tips Smart Ini Agar Bisa Hemat 

Lebih dalam mempelajari minat konsumen Indonesia terhadap smartphone, merek menjadi salah satu elemen yang tidak bisa terlepaskan di dalam proses pencarian.

Di kelas low-end, pencarian terhadap Xiaomi (34%) mengungguli merek lainnya, seperti Asus dan Oppo. Sedangkan di kelas menengah, Oppo (49%) berada di posisi pertama disusul oleh Asus dan Xiaomi. Komposisinya tidak berbeda di kedua kelas ini. Namun di segmen produk kelas atas, pencarian Oppo (74%) mengungguli merek lainnya secara ekstrem. Di posisi kedua ada Samsung (6%) diikuti Apple (5%).

Bayu Irawan, Co-Founder & Country Head Priceza Indonesia mengatakan bahwa “Data kami menunjukkan Oppo sebagai merek yang secara konsisten paling banyak dicari di Indonesia, terlepas dari rentang harganya. Oppo selalu menduduki posisi atas pencarian, bahkan hampir selalu bertengger di posisi satu dan hanya kalah dari Xiaomi di kelas low-end”.

Menariknya, jika dihadapkan dengan statistik dari IDC di tahun 2017, didapatkan bahwa Samsung-lah yang mendominasi pasar di Indonesia dengan pangsa pasar nyaris 32%. Namun posisi Samsung dalam data Priceza tidak se-menonjol Oppo yang penjualan aktualnya tepat berada di bawah Samsung dengan pangsa pasar hampir 23%.

Bayu menambahkan “kita bisa berargumen bahwa perbedaan ini menunjukkan bahwa kesadaran pasar akan merek Samsung relatif tinggi, sehingga calon pembeli merasa cukup yakin untuk bertransaksi tanpa melakukan pencarian informasi lebih jauh di internet”.

Namun di sisi lain, banyak calon pembeli yang tergelitik dengan kehadiran Oppo dan penasaran dengan merek ini, yang tercermin dari dominasinya dalam pencarian dan juga mengkonfirmasi bahwa taktik pemasaran mereka yang gencar selama ini membuahkan hasil. Kesimpulan yang sama bisa ditarik dari merek mayor lainnya yang masuk dalam posisi tiga besar”.

***

Tentang Priceza

Priceza adalah mesin pencari belanja (shopping search engine) dan platform pembanding harga (price comparison) yang berdiri sejak tahun 2010 (di Thailand). Priceza Indonesia berdiri pada tahun 2013 dengan jumlah kunjungan hampir 5 juta pengguna setiap bulannya.

Selain di Thailand dan Indonesia, Priceza juga beroperasi di 4 (empat) negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia, Singapura, Filipina dan Vietnam. Priceza membantu jutaan pembelanja online dalam mengakses informasi untuk membuat keputusan belanja yang cerdas, dan menghubungkan ribuan toko online dengan pembelinya.

Share this article