perang

5 Rekomendasi Film Perang untuk Mengingat Pahitnya Masa Perang

Saat ini dunia sedang panas, karena adanya konflik antara Rusia dan Ukraina. Pandemi saja belum selesai, nambah lagi satu permasalahan dunia. Seakan masalah Internasional tidak ada habisnya.

Bagi kamu yang ingin tahu bagaimana Ukraina dan Rusia bisa memulai perang, ada cara lebih baik memahami keadaan ini. Ada satu akun di sosial media yang menjelaskan pertikaian Rusia dan Ukraina dalam versi sinetron, agar lebih mudah dipahami. Memang, netizen Indonesia memang paling kreatif membuat konten.

Gaungan Stop War, sudah digemakan di seluruh penjuru dunia agar tidak terjadi perang dunia ke 3. Mudah-mudahan kita semua berdoa agar hal ini tidak terjadi. Agar kamu tidak membuat atau membagikan konten yang membercandakan perang ini, lebih baik tonton 5 film perang berikut, agar kamu bisa mengingat pahitnya masa perang.

1. Grave of The Fireflies

Review J-Movie] Grave of the Fireflies (1988): Potret Realitas Kekejaman  Perang | O'35

Ghibli sebagai studio animasi asal Jepang ini memang bisa dibilang salah satu studio animasi terbaik di dunia. Tidak hanya menyuguhkan film animasi dengan genre fantasi, menyenangkan, dan imut-imut, tetapi dalam film ini Ghibli menggambarkan suasana traumatis pada saat perang.

Menurut Kredimin, Grave of The Fireflies adalah film yang sulit ditonton lebih dari sekali karena aftertaste-nya yang begitu menyedihkan. Bercerita tentang sepasang kakak beradik yang harus bertahan hidup tanpa tempat tinggal setelah desanya diserang tentara Amerika saat Perang Dunia II. Setelah menonton film ini, pasti kamu akan membenci peperangan.

2. Man Down

Man Down, Kisah Trauma Tentara yang Bikin Prihatin

Dibintangi oleh Shia LeBeouf, yang terkenal dalam perannya di Transformers, menceritakan tentang veteran perang pengidap PTSD (post-traumatic stress disorder) atau bisa dibilang gangguan stress pasca trauma, sehabis berangkat perang ke Afganistan.

Baca Juga:  Bingung Pulsa Cepat Habis? Berikut 3 Tips Sederhana agar Tidak Isi Ulang Terus

Sisi kelam seorang tentara ketika melewati masa-masa peperangan sangat ditonjolkan pada film ini, yang pasti pahit dan suram, sehingga bisa membuat kamu membenci peperangan. Kamu bisa menonton film ini dengan cara berlangganan paket streaming Vidio menggunakan Kredivo. Nonton sekarang bayar nanti dalam 30 hari, dengan bunga 0% saja.

3. Jojo Rabbit

Jojo Rabbit' is a sincere satirization of a menace, past and present –  North Texas Daily

Jojo Rabbit berlatar belakang perang dunia ke II, namun dikemas dengan unik, karena pemeran utamanya adalah bocah laki-laki yang sejak kecil sudah terobsesi agar bisa menjadi sahabat sekaligus ajudan Hitler.

Seiring dengan berjalannya waktu, bocah laki-laki ini bertemu dengan perempuan yang ia sukai. 123Sayangnya perempuan ini memiliki darah Yahudi, pada masa itu Hitler memiliki ambisi untuk memusnahkan kaum Yahudi.

Namun, pertemuan dengan gadis Yahudi ini perlahan membuka mata si bocah laki-laki tersebut, dan membuatnya mengerti bahwa perang bukanlah sesuatu yang baik.

4. Age of Heroes

Age of Heroes (2011) - Kent Film Office

Age of Heroes berkisah tentang perjalanan misi rahasia untuk mendeteksi perangkat lunak sistem deteksi dini radar pasukan Nazu Jerman. Saking rahasianya misi ini, apabila misi gagal ada perintah untuk saling menembak kawan sendiri. Dimana kawan tersebut bersama-sama menjalani misi, melewati segala macam rintangan bersama. Sangat memilukan keadaan perang tersebut.

Selain Man Down, Age of Heroes juga bisa kamu tonton di Vidio, tentunya berlangganan streaming film di Vidio bisa menggunakan Kredivo. Nonton sekarang bayar nanti dalam 30 hari.

5. Come and See

Come and See (1985) | MUBI

Come and See merupakan film anti perang yang mendapatkan label film terbaik Uni Soviet. Rilis pada tahun 1985, film ini mengisahkan tentang kenyataan perang yang dialami oleh penduduk-penduduk desa di Belarusia pada tahun 1943.

Baca Juga:  Bisnis Masker Menjamur dan Harga Melonjak Ketika Gempar Virus Corona, Bisnis yang Baik atau Tidak Ya?

Dalam film ini, ditonjolkan pengalaman trauma, keputusasaan, dan ketidakberdayaan di tengah Perang Dunia II, saat tentara Nazi merangsek ke pedesaan Eropa Timur, tepatnya Belarusia. Jika kamu menonton film ini, pasti ingin berkata,”stop war” atau “make love, not war.”

Memang, lagu dari group kasidah modern Nasida Ria berjudul “Perdamaian”, dan “Bila Bom Nuklir Diledakan” sangat relate saat ini. Namun, jangan ikut-ikutan posting lawakan mengenai perang antara Rusia dan Ukraina, ya. Sebab, jika perang ini berlanjut, kita semua bisa kena imbasnya.

Share this article