Apakah Membelikan Laptop Untuk Kuliah Adik Jadi Pertanda Masuk Generasi Sandwich?
Keuangan
Generasi Sandwich

“Tadi Ibuku nanya, sekarang laptop yang bagus itu apa. Dia nanya atau kode sih?”

Pagi itu di jam yang seharusnya sudah waktunya bekerja, Adi rekan kerja Kredimin menanyakan pertanyaan yang kelihatannya sudah ia pikirkan sejak perjalanan dari rumah ke kantor.

Awalnya Kredimin juga ikut bingung, kenapa orang tuanya menanyakan laptop bagus. Apakah orang tuanya ingin menjadi gamers? Mengingat 2 minggu lalu Adi cerita kalau kedua orang tuanya baru saja pensiun, jadi tebakan Kredimin tidak mungkin buat bekerja.

“Kayaknya sih buat adeku, soalnya dia kan mau masuk kuliah ya,” ternyata bukan menjadi gamers dan bukan buat orang tuanya. Dari penjelasan tersebut, Kredimin paham kalau itu bukanlah sekedar pertanyaan, tapi kode orang tua ke anak. Kemudian, dengan bercanda Kredimin bilang kepadanya,

“Selamat datang di Generasi Sandwich

Hal yang Kredimin Tau Soal Generasi Sandwich

Dulu Kredimin mengetahui soal istilah generasi sandwich hanya karena tren di media sosial. Potongan video dan tulisan yang menjelaskan kalau istilah ini dipopulerkan oleh Dorothy A. Miller, Profesor dari Universitas Kentucky pada tahun 1981 dimana ia menjelaskan bahwa generasi sandwich adalah seorang individu yang tidak hanya mengurus diri sendiri, melainkan juga orang tua, adik, dan anaknya.

Sebenernya penjelasannya akan lebih mudah jika kamu mengibaratkan seperti roti sandwich. Sepotong daging terhimpit dari atas dan bawah dengan isi lainnya dan dua buah roti. Kamu dagingnya, isi tambahan dan 2 buah roti adalah orang tua, adik, dan anak-anakmu.

Dan sekarang, tren itu sudah ada di samping Kredimin, rekan kerja Kredmin sendiri. Bayangkan di usianya yang belum kepala 3, kehidupan finansial yang dulu aman, tiba-tiba harus menghadapi sebuah kenyataan kalau perubahan roda ekonomi dalam keluarganya itu benar-benar nyata.

Baca Juga:  Macam Asuransi di Indonesia yang Perlu Kamu Prioritaskan, Apa Saja?

Apakah Ini Termasuk Pertanda Generasi Sandwich?

Dari ucapan bercanda Kredimin, kemudian kita memastikan dan mencocokan kembali di internet dari pengertian Generasi Sandwich dengan kehidupan dia selama ini. Benar saja, semenjak orang tuanya pensiun dia bilang ada biaya kebutuhan orang tua, kebutuhan adik, baru kebutuhan dia sendiri yang harus ia keluarkan setiap bulannya. 

Jadi, kalau diselaraskan dengan arti dari generasi sandwich yang tadi sudah dibahas, sepertinya memang Adi sudah masuk ke dalam generasi ini. Bukan asumsi, tapi memang sudah menjadi fakta yang harus mulai diakui.

Alarm Penting

Tanda-tanda yang dialami Adi menurut Kredimin itu adalah alarm yang penting. Bukan hanya alarm kalau ia sudah masuk generasi sandwich, tapi juga alarm buat Kredimin sendiri.

Sepertinya mulai dari sekarang, Kredimin juga harus mulai komitmen menabung, punya asuransi kesehatan, memikirkan harus apa setelah pensiun, mempersiapkan dana darurat, tabungan anak, hingga mengatur belanja biar terkontrol, dan tidak impulsif.

Tentunya semua itu tidaklah mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Jadi, mulai dari sekarang memang harus dipikirkan dan diperhitungkan. Dari permasalahan Adi, Kredimin hanya menyarankan kepadanya kalau lebih baik beli laptopnya dengan mengambil cicilan. 

Alasannya biar tetap ada pegangan dana darurat dan cash flow tetap aman. Sekarang sudah banyak platform yang menyediakan cicilan dengan bunga rendah, seperti salah satunya Kredivo. Cicilan 1,99% per bulan, limit hingga Rp50 Juta bagi member Premium. 

Belum lagi Kredivo sudah bekerjasama dengan berbagai merchant yang menyediakan laptop kebutuhan kuliah. Dari situ tentu akan mempermudah Adi dalam melakukan cicilan pakai Kredivo Paylater.

Sebenarnya banyak permasalahan soal generasi sandwich yang lebih rumit dari Adi. Tapi, Kredimin yakin bahwa selagi kita mau usaha dan memberikan yang terbaik untuk orang tersayang, pasti akan selalu ada jalan.

Baca Juga:  Ga Perlu Kerja Kantoran, Kamu Bisa Dapat Gaji Dua Digit Per Bulan

Semoga.

Share this article
Artikel Lainnya