Alasan Mengapa Ramai Jargon “Tadinya Main Crypto, Sekarang Main Kredivo.”

Akhir-akhir ini ramai sekali jargon, “tadinya main Crypto, sekarang main Kredivo.” Tweet yang dicuitkan oleh @michaelbataraa dan di repost oleh @txtanakcrypto serta @cryptovasi ini tiba-tiba mendadak ramai. Sampai-sampai pada hari itu, ketika Kredimin lagi buka Instagram pribadi, pasti ada saja yang mengunggah screenshot tweet dari michaelbataraa. 

Keramaian ini membuat Kredimin bertanya-tanya, kok bisa ramai dan pada relate, ya? Apa mungkin pengguna Crypto juga harus punya Kredivo? Tidak harus juga. Apa mungkin Kredivo akan menyaingi Crypto? Jelas tidak. 

Oleh karena itu, dengan menyusuri berbagai macam sumber, akhirnya Kredimin sudah tahu apa penyebab ramainya jargon tersebut. Mau tahu? Simak ulasan berikut.

Apa itu Crypto?

Dikutip dari Investopedia, Cryptocurrency atau mata uang Kripto adalah sebuah mata uang digital atau virtual yang dijamin oleh cryptography. Jadi, dengan adanya cryptography, mata uang digital ini menjadi hampir tidak mungkin dipalsukan. Namun, sekarang sudah lebih populer sebagai instrumen investasi daripada untuk jual beli.

Investasi Kripto, terutama Bitcoin diperkenalkan Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembelian jasa game dan sebagainya. Dari situ, jual beli Bitcoin semakin marak dan populer hingga muncul mata uang Kripto lainnya.

Mau tahu harganya? Dari laman coinmarketcap pada Kamis (10/05) pukul 16.34 WIB, harga Bitcoin cs kompak turun dalam 7 hari terakhir. Bitcoin dijual seharga USD 37.121,86 per koin atau anjlok 5,18% dalam 7 hari. Sedangkan Dodge Dogecoin dijual seharga USD 0.3359 per koin atau anjlok 21,37% dalam 7 hari.

Investasi Crypto Berisiko Tinggi

Jika kamu diam pada laman coinmarketcap, pasti harganya sangat fluktuatif atau naik turun dengan sangat cepat, Hitungannya per menit. Jadi, untuk instrumen investasi, Cryptocurrency sangat tinggi risikonya. Kenapa ya?

Baca Juga:  Mau Menaikkan Limit Kredivo? Ini Caranya!

1. Bergantung pompom Elon Musk

Bagi yang sudah bermain trading Kripto, pasti ia sudah tahu bahwa cuitan yang dikeluarkan oleh Elon Musk sangat berpengaruh bagi naiknya harga Kripto. Kalau pendiri Tesla ini sedang pompom Dogecoin atau aset Kripto lain, harganya langsung terbang di kisaran USD 0,5 per keping, lalu para investor memborong uang Kripto.

Namun, kalau salah satu orang terkaya dunia ini tidak lagi jadi influencer uang Kripto, seperti cuitannya soal penghentian penggunaan Bitcoin untuk pembelian mobil listrik Tesla, baru deh tiarap semua. Investor besar maupun bandar ramai-ramai jual aset kriptonya, sementara investor kelas teri harus gigit jari dan rugi besar.

2. Fluktuasi Gila-gilaan

Sulit memprediksi nilai mata uang Kripto. Kamu bisa saja untung ratusan persen dalam semalam, tetapi juga rugi besar dalam sekejap. Sebab, Kripto termasuk dalam komoditas seperti karet, kopi dan lainnya. Jadi, naik turunnya aset kripto mengikuti permintaan dan penawaran, semua ditentukan kekuatan pasar.

Uang Kripto tidak memiliki dasar penjualan yang jelas. Ini berarti kamu mempertaruhkan uang untuk sesuatu yang bisa bernilai nol. Bila dianalogikan, apabila sudah tidak ada lagi orang di dunia ini yang menerima transaksi uang Kripto, maka aset kamu ini tidak akan ada harganya sama sekali.

3. Tidak ada Fundamental untuk Analisis

Sebagai informasi, mata uang Kripto tidak sama seperti mata uang Rupiah maupun Dolar. Sebab, meski disebut koin atau uang, Kripto bukanlah mata uang yang memiliki dasar fundamental seperti kondisi ekonomi suatu negara, suku bunga acuan, dan data makroekonomi lainnya. 

Dilansir dari Bareksa, aset Kripto juga tidak bisa dianalisis segi fundamentalnya seperti halnya saham emiten yang perusahaannya punya pendapatan, operasi bisnis, laba dan dividen. Adapun reksadana bisa dilihat isi portofolionya yang tertera dalam fund fact sheet. Maka dari itu, sangat sulit untuk memprediksi dan menganalisis valuasi atau nilai wajar dari Bitcoin dan koin-koin lainnya. 

Baca Juga:  Kredivo Berpartisipasi di Acara GMIC Indonesia dan e2eCommerce Indonesia 2017

Lebih Baik Buka Bisnis Menggunakan Kredivo

Setelah mengetahui tingginya risiko investasi maupun trading Kripto, di sinilah Kredimin baru relate mengapa jargon,”tadinya main Crypto, sekarang main Kredivo” bisa ramai di unggah banyak orang. Sebab, fluktuatifnya nilai yang berada di sana, membuat tidak sedikit orang kehilangan uang dan kapok trading Kripto. Setelah gagal dan uang habis, orang-orang ini disarankan untuk bermain Kredivo, yang terkenal bisa mendapatkan pinjaman cepat dengan bunga rendah untuk menutupi kerugiannya. Jelas, ini jangan ditiru, ya Kredipal.

Sekarang kamu sudah tahu, kalau menggunakan uang dan mengatur uang harus super hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Kredimin lebih menyarankan untuk membuka bisnis menggunakan utang produktif yang bisa kamu dapatkan dari Kredivo.

Tentu, berbisnis juga masih ada risikonya. Namun jika kamu mengatur strategi bisnis yang ciamik, dan kamu seriusan untuk membangun bisnis, tentu hal ini kecil bisa jadi besar ditangan orang yang benar.

Share this article