Gaji Pertama Harus Dikelola, Jangan Cuma untuk Foya-Foya

Buat yang baru pertama masuk dunia kerja, pasti bangga dan campur aduk rasanya bila mendapat penghasilan perdana. Ada yang sudah memikirkan untuk mentraktir teman-teman sekitar, ada yang langsung membeli sepatu yg sudah lama diincar, ada juga yang menyisihkan sebagian gaji untuk diberikan ke orang tua atau adik di rumah.

Namun, gaji bisa dibilang termasuk salah satu tantangan utama bagi seorang First Jobber. Sebab, tidak peduli seberapa besar atau kecil gaji pertama kamu, kalau tidak diatur dengan baik pasti bakalan cepat habis tanpa ada alokasi yang jelas. Belum lagi saat masuk dunia kerja, lingkup pergaulan kamu akan menjadi lebih luas. Ajakan jalan, hangout, atau sekadar ngopi-ngopi dari rekan kantor pasti sulit ditolak. Kalau tidak menentukan prioritas dari sekarang, bisa-bisa gaji pertama kamu cuma numpang lewat,lho.

Gaji pertama memang indah, tapi gaji pertama juga menjadi pintu gerbang untuk menentukan bagaimana mengatur kesehatan finansial diri sendiri. Jangan kalap dipakai untuk berfoya-foya di awal minggu ketika menerima gaji, siasati dengan cara ini agar akhir bulan nanti keuangan kamu tetap stabil.

 

  • Mencatat Keuangan dengan Detail

Banyak yang enggan mencatat pengeluaran sedetail mungkin, apalagi di gaji pertama. Kalau ini belum kamu lakukan, lebih baik segera dimulai agar menjadi kebiasaan yang baik.

Melihat berapa besar jumlah uang yang dikeluarkan bisa membuat kamu sadar, apa saja barang yang dibelanjakan selama satu bulan ini. Dengan begitu, kamu bisa menekan pemborosan sebelum uang benar-benar habis. Periksa akun bank secara berkala untuk mengetahui sisa saldo yang tersisa.

 

  • Seimbangkan Pengeluaran

Tanpa kita sadari, pengeluaran sehari-hari dapat membuatmu boros, lho. Memang sangat tidak terasa mengeluarkan Rp30 ribu untuk makan siang, lalu mengeluarkan Rp20 ribu karena tergoda promo ojek online dan ketika sore mengeluarkan Rp15 ribu untuk jajan-jajan kecil, belum lagi diajak kongko-kongko sepulang kantor sama teman lama, sehari bisa habis Rp100 ribu kalau mengikuti gaya hidup seperti ini.

Ada baiknya kamu bawa bekal sendiri dari rumah. Itung-itung untuk menghemat, dan jadi lebih sehat karena kamu yang memasaknya sendiri. Boleh saja ingin makan di luar kantor, tapi jangan terlalu sering ya. Jajan juga jangan terlalu sering, apalagi kongko-kongko di luar jam kerja, lebih baik kegiatan ini dilakukan ketika weekend saja.

 

  • Pisahkan Antara Kebutuhan dan Kemauan

Ketika gaji pertama kamu sudah ditransfer, ambil uang tunai sebanyak 50% dari gaji kamu untuk kebutuhan primer kamu seperti makan, minum dan transportasi sehari-hari. Dengan cara ini, kamu bisa menekan pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Setelah memisahkan 50% pendapatan, coba pisahkan lagi 30% untuk gaya hidup dan 20% untuk menabung. Ingat ya, selalu bisa bedakan mana kebutuhan dan mana kemauan. Jangan sampai mengutamakan kemauan seperti makan di restoran dan membeli barang idaman namun kebutuhan tidak terpenuhi dengan baik.

Namun jika memang ingin membeli barang yang sedikit mahal, lebih baik gunakan cicilan online seperti Kredivo. Dengan membayar barang idaman kamu seperti gadget, sepatu, tas dan lainnya secara kredit pasti akan lebih terasa ringan.

Nah, itu dia beberapa tips bagaimana menyiasati gaji pertama kamu agar tetap stabil sampai akhir bulan. Ingat, gaji pertama jangan dihabiskan untuk berfoya-foya agar kemauan kamu terpenuhi tanpa memikirkan kebutuhan utama, ya. Selamat mencoba!

Share this article