Di tengah obrolan bersama teman-teman, terkadang Kredimin suka ketawa kecil kalau ada yang bilang “Nah, mumpung puasa jadi bisa lebih hemat”. Penilaian itu muncul karena adanya anggapan bahwa tidak ada pengeluaran untuk sarapan dan makan di siang hari.
Dia lupa, kalo ada pengeluaran tambahan seperti beli takjil, makanan untuk berbuka, sahur, bukber yang berkali-kali, hingga bagi THR ke saudara yang sebenarnya tidak terlalu kenal-kenal amat. Dari situ, timbullah pertanyaan seperti apakah hemat selama ramadan itu, benar-benar nyata?
Hemat Itu Sebuah Pilihan
Sebelum meragukan bahwa kita bisa hemat atau tidak selama ramadan, sebenarnya itu tergantung setiap orang. Ada loh orang yang memang sudah terbiasa hidup hemat, menyisihkan uangnya dan mengalokasikan dengan rapi setiap bulannya. Tapi, disisi lain ada juga orang yang tidak atau bahkan ‘Takut’ untuk berhemat.
Biasanya takut dengan komitmen yang melelahkan, ada juga yang karena memang banyak pengeluaran wajib dibayarkan setiap bulan. Jadi, kalau mau memilih hemat perlu ada tanggung jawab yang cukup besar.
Tapi, kalau kamu benar-benar ingin hemat selama ramadan dan membuat itu semua jadi nyata, kamu bisa pakai cara berikut.
Catat Pengeluaran Selama Ramadan
Catat pengeluaran sebenarnya adalah dasar agar finansial tetap stabil. Jadi, bagian ini penting dan berlaku salah satunya di saat ramadan.
Dikarenakan ini bulan ramadan, biasanya ada pengeluaran-pengeluaran yang tak terduga. Misalnya beli takjil, makanan untuk berbuka, sahur yang berlebihan, sumbangan, hampers, bukber, hingga pembagian THR.
Semuanya lebih baik mulai dicatat dari sekarang, agar tetap on track dan mengurangi pengeluaran yang tak terkontrol.
Alokasikan dengan Rapi
Selain mencatat, agar ramadan bisa hemat kita juga harus pintar mengalokasikan uang dengan rapi. Cara mengalokasikannya kamu bisa menggunakan teori 50/20/30 dari Profesor Elizabeth Warren, pakar keuangan dan profesor di Harvard.
Dalam teori itu dijelaskan bahwa 50% gaji dapat dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan bayar cicilan. Selanjutnya 30% bisa digunakan untuk gaya hidup, kalo dikaitkan dengan ramadan itu seperti bukber atau beli baju untuk lebaran. Terakhir 20% dapat digunakan untuk menabung.
Namun, kamu juga bisa mengatur sesuai kebutuhan. Misalnya ingin dominan lebih hemat maka persentase dari gaya hidup bisa dikurangi jadi 20%, 30% untuk menabung.
Kontrol Rasa Impulsif
Satu hal lainnya yang terpenting agar kita bisa hidup hemat saat ramadan adalah mengontrol rasa impulsif. Keinginan untuk membeli barang itu memang sering hilang timbul. Apalagi kalau lagi di kasur dan waktu luang yang cukup banyak.
Untuk mengontrol rasa impulsif, ketika kamu ingin beli satu pastikan 2 hal:
- Apakah barang yang mau kamu beli itu benar-benar dibutuhkan?
- Apakah harganya masuk akal dan tidak mengganggu cash flow kamu?
Untuk mengetahui hal ini, kamu harus bisa bener-bener cek kembali, misal beli sepatu apakah sepatu lama sudah rusak? Atau memang keinginan untuk beli baru saja? Cara lainnya, ketika kamu ingin beli barang coba tahan selama satu minggu. Kalau keinginanmu memang tidak berkurang sama sekali selama seminggu, tidak apa untuk dibeli.
Jangan memaksakan dalam membeli barang yang memang secara hitungan sudah merusak cash flow kamu. Misalnya, kamu ingin beli pakaian lebaran hingga aksesoris lainnya yang jika diakumulasikan harganya lumayan tinggi. Lebih baik cari yang ada promo atau menggunakan cicilan, agar …
Kamu bisa juga menggunakan Kredivo Paylater bisa untuk cicilan karena rendah 1,99% per bulan, bahkan untuk member Premium dapat limit hingga 50 Juta. Tenor nya juga fleksibel sampai 24 Bulan.
Selain itu, kalau ingin beli menu berbuka dan sahur kamu juga bisa pakai Kredivo cicilan 1 bulan lebih hemat Rp0 Admin & 0% Bunga. Ada ribuan merchant bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.
Jadi, hemat selama ramadan itu bisa menjadi kenyataan kalau kamu benar-benar melakukan 3 hal tadi. Mencatat, mengalokasikan, dan mengontrol rasa impulsif.
Ketiganya akan membantu kondisi finansialmu selama ramadan. Jangan lupa juga pakai Kredivo agar lebih hemat. Memang perlu komitmen, tapi gapapa jalanin aja biar kondisi finansial ramadan tetap aman.
Jangan lupa juga atur THR dan kasih ke orang-orang yang bener-bener membutuhkan, contohnya Kredimin.