utang yang bikin untung

3 Tips Supaya Utang Bikin Kamu Untung, Bukan Buntung!

Gak bisa dipungkiri, utang memang memiliki konotasi negatif di tengah masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa utang bisa menjerat orang dalam lingkaran setan, dan gak memberi keuntungan sama sekali. Padahal faktanya, utang ibarat pisau bermata dua.

Apabila dimanfaatkan secara bijak, maka kamu bisa mendapatkan untung. Sedangkan jika kamu berutang seenaknya, yang terjadi tentu sebaliknya, bisa-bisa kamu buntung! Nah, bagaimana caranya supaya utang bisa membawa keuntungan untukmu?

Pastikan bahwa utang tersebut adalah utang produktif

Saat ini, masyarakat semakin diberikan banyak kemudahan dalam mengajukan pinjaman, salah satunya melalui pinjaman online. Sayangnya, gak sedikit yang menyalahgunakan kemudahan meminjam uang secara online untuk memenuhi kebutuhan konsumtif mereka.  Untuk itu, sebelum berutang, hal pertama yang harus dilakukan adalah perhatikan tujuan dari pengajuan utangmu. Sebelum pinjam uang, kategorikan dulu kebutuhan utangmu. Apakah termasuk utang produktif, atau malah konsumtif?

Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. Nilai aset yang dibeli dengan cara berutang akan meningkat seiring waktu. Contoh utang produktif misalnya untuk modal bisnis, pendidikan, hingga gadget dan barang lainnya yang digunakan untuk menunjang pekerjaanmu.

Untuk kebutuhan produktif seperti itu, tentu tak masalah untuk meminjam uang. Sebab, utang tersebut adalah utang yang sehat. Sedangkan jika pinjamanmu digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif atau digunakan untuk berfoya-foya semata hanya karena alasan gengsi, maka sebaiknya urungkan niatmu. Sebab, orang yang memiliki utang konsumtif cenderung lebih berisiko terjerat utang.

Hitung kemampuanmu untuk membayar kembali pinjaman tersebut

Sekalipun berutang untuk hal produktif, bukan berarti kamu tidak memperhitungkan kemampuan untuk membayarnya kembali. Rasio cicilan yang sehat tidak akan melebihi 30% gaji bulanan yang didapatkan. Lebih dari itu, bisa-bisa arus keuangan malah jadi berantakan.  Misalkan gajimu dalam satu bulan adalah Rp 10 juta, maka batas maksimal cicilan utang yang ideal adalah sebesar Rp 3 juta per bulan. Jangan lupa juga bahwa alokasi ini adalah untuk semua pembayaran cicilan yang kamu miliki. Mulai dari KPR, kredit mobil, kartu kredit, hingga cicilan pinjaman online.

Untuk memudahkanmu dalam membayar cicilan, alokasikan penghasilanmu dengan strategi 50-30-10-10. Bagi penghasilanmu ke dalam empat pos pengeluaran. 50% untuk kebutuhan harian (makan, transportasi, tagihan air dan listrik), 30% untuk membayar seluruh cicilan, 10% untuk tabungan serta investasi, dan 10% sisanya untuk biaya entertainment. Dengan alokasi tersebut, kamu pun jadi lebih mudah memantau jumlah utang serta pengeluaranmu.

Apabila beban utang telah melampaui batas tersebut cobalah untuk mempertimbangkan kembali keinginan untuk mengambil utang baru. Sebab jika kamu tak memperhatikan hal tersebut, bisa-bisa kamu malah gali lubang tutup lubang. Menghitung rasio utang juga sangat penting dilakukan supaya kita bisa mempersiapkan dana untuk membayar tanggung jawab kita. Jangan sampai kebutuhan harian menjadi terganggu karena jumlah utang melebihi kemampuan kamu.

Pilih lembaga pinjaman dengan bunga rendah, tenor panjang, dan limit besar

Saat meminjam uang, kamu pun harus pintar-pintar memilih lembaga pinjaman yang memberikan banyak keuntungan. Cari yang mengenakan bunga rendah dan menawarkan tenor panjang. Dalam hal pinjaman online, Kredivo bisa jadi pilihan yang tepat. Bunga yang dikenakan mulai dari 0% hingga 2,95% per bulan. Tenornya pun variatif, mulai dari 30 hari, 3, 6, hingga 12 bulan. Soal limit, Kredivo memberikan limit besar mencapai Rp 30 juta. Tak hanya itu, Kredivo juga sudah terdaftar secara resmi di OJK sehingga tak perlu diragukan lagi keamanannya.

Nah, itu dia sejumlah tips supaya kamu untung ketika berutang. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan utang dengan bijak ya!

Share this article