Bagi yang sudah berpasangan suami istri, membicarakan keuangan keluarga bersama pasangan itu penting banget. Sebab, masalah keuangan atau perekonomian, menjadi penyebab kedua terbesar kasus perceraian di Indonesia.
Memang, agak gampang-gampang susah membiasakan diri untuk mengobrol secara terbuka untuk masalah finansial bersama pasangan. Harus ada waktu dan cara ngomong yang tepat agar memiliki komunikasi yang sehat tentang keuangan.
Bagaimana caranya? Langsung simak aja, deh:
1. Pilih atau atur waktu yang tepat
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah pilih waktu yang tepat, misalnya pagi hari pas lagi ngeteh atau ngopi bareng. Bisa juga di sore hari pas lagi lengang dan tidak ada gejala kebetean pasangan.
Selain itu, kamu juga bisa atur waktu sendiri, misalnya mengajak pasangan ke coffee shop atau makan malam setelah nonton bioskop.
Jangan pilih waktu pas lagi capek ngurus anak atau pas pasangan lagi capek-capeknya kerja atau urus rumah. Kalau waktu dan tempat mendukung, nantinya pikiran bisa jernih dan tujuan pembicaraan bisa tercapai.
2. Jangan main salah-salahan, fokus ke tujuan finansial
Awali pembicaraan dengan fokus ke tujuan finansial keluarga, misalnya kamu ingin menggemukan tabungan dan dana darurat, sehingga kamu bisa bilang, “kayaknya sekarang kita harus fokus catet segala pengeluaran, deh. Soalnya aku mau tabungan dan dana darurat kita gemuk”.
Itu awal pembicaraan yang baik, jangan sampai langsung main salah-salahin pasangan kamu seperti, “kamu kok boros banget akhir-akhir ini?”. Pembicaraan seperti ini malah bikin suasana tegang dan malah berujung berantem, bukan ngobrolin masalah finansial.
3. Harus mengerti mana kebutuhan dan keinginan
Jika kamu sudah tahu tujuan finansial, contohnya seperti menggemukkan dana darurat, sekarang saatnya diskusi mana kebutuhan dan keinginan. Sebab, jika tidak dipilah-pilih bersama, definisi kebutuhan yang benar tidak bisa tersampaikan dengan baik.
Makanya coba buat daftar buat mengkategorikan mana yang wajib, penting tapi bisa ditunda, dan keinginan. Nah, diskusi seperti ini penting agar keuangan keluarga lebih terarah.
Apalagi jika kamu berencana mau pakai Kredivo PayLater, usahakan untuk kebutuhan, agar utang yang kamu ajukan bisa jadi utang produktif.
4. Usahakan ingat pengeluaran satu bulan ke belakang
Nah, ini harus kamu usahakan ingat agar kamu tahu celah pengeluaran terbesar mana yang biasa kamu keluarkan setiap bulannya bersama pasangan. Mungkin, pengeluaran itu bisa ditunda dan mementingkan kebutuhan terlebih dahulu.
5. Tentukan batas aman, bukan mengirit
Penting diingat, membicarakan finansial seperti ini bukan berarti mengirit dan menjadi pelit, ya! Pasangan suami, istri dan anak juga perlu senang-senang. Jadi, jangan lupakan juga budget senang-senang dan berapa batas amannya.
Kamu juga bisa menggunakan Kredivo PayLater sebagai batas aman, dengan cara mengetahui kemampuan bayar. Misalnya, dengan memilah segala kebutuhan, tabungan dan dana darurat, ternyata masih ada Rp1 juta untuk cicilan.
Nah, kamu bisa bicarakan liburan bersama keluarga di akhir tahun, dengan menyisihkan uang Rp1 juta per bulan dan ditambah PayLater 3 atau 6 bulan ke depan dengan cicilan Rp1 juta per bulan juga, kamu bisa pergi ke mana bersama keluarga.
6. Dengarkan keinginan pasangan
Kamu itu berpasangan, harus memiliki tujuan yang sama. Jadi, jangan sampai tujuan finansial kamu saja yang harus didengarkan, kamu juga harus tahu apa keinginan pasangan.
Dengan cara ini, kamu bisa ambil tengahnya dan bisa berjalan bersama mencapai tujuan finansial yang kamu sepakati bersama.
7. Akhiri dengan solusi
Pembicaraan harus diakhiri dengan solusi agar semua jelas arah dan tujuannya. Jangan sampai pembicaraan diakhiri malah dengan keributan.
Oleh karenanya, lupakan ego dan bicaralah dengan kepala dingin agar mendapatkan solusi yang diinginkan.
Nah, mungkin itu tujuh cara aman supaya kamu dan pasangan kamu bisa membicarakan keuangan keluarga tanpa terjadi keributan.
Selamat mencoba, Kredipal! Ingat, jangan berantem ya!