Teknik “Decluttering”, Menyingkirkan Barang Koleksi agar Hidup Lebih Bisa Dinikmati

Pernah gak sih kamu tiba-tiba bilang,”kok banyak banget ya barang-barang di sini?” ketika kamu sedang melihat kamar ataupun ruangan yang ada di rumah kamu. Jika kamu merasakan hal seperti ini, lebih baik kamu melakukan decluttering, alias menyingkirkan membuang barang koleksi atau benda-benda lain yang tidak terpakai. Meski begitu, bukan perkara mudah untuk membuang barang-barang yang tidak terpakai ini.

Memang, ada saja barang yang masih sayang untuk dibuang. Barang tersebut masih memiliki banyak alasan untuk tetap disimpan, seperti:

“Ini masih muat kok.”

“Aduh, ini baju dari si doi lagi.”

“Wah, ini sepatu bola pas SMA, menang juara nih, jangan dibuang ah.”

Memang begitu. Selalu ada alasan untuk tetap mempertahankan barang-barang koleksi. Ada nilai emosional, nilai sejarah, benda kenang-kenangan, hingga kadang berpikir bahwa benda-benda itu nanti masih tetap digunakan. Belum lagi koleksi-koleksi yang sudah kamu kumpulkan sejak dulu, misalnya buku-buku, mainan dan lain-lain yang beraaaat sekali kamu lepas. 

Namun, ada kutipan dari BookCrossing yang bisa kamu pikirkan agar melepas benda-benda yang sudah tidak berguna namun kamu sayangi, yaitu; “jika kamu mencintai barang koleksimu, biarkan mereka pergi.”

Hidup Jadi Minimalis, Anti Ribet dan Ramah Kantong

Perubahan terbesar yang kamu bisa rasakan setelah decluttering adalah efisiensi waktu. Jika dulu kamu harus menggali barang-barang yang berantakan untuk menemukan suatu barang, setelah ditata sedemikian rupa dan menyingkirkan barang tidak berguna, kamu tidak akan membuang-buang waktu begitu saja.

Ruang kerja atau rumah yang berantakan dapat membuat tugas-tugas sederhana tampak jauh lebih rumit dari yang seharusnya. Merasa kewalahan dengan pekerjaan rumah akibat banyaknya benda koleksi seringkali membuat kita menunda atau malah tidak mengerjakan tugas-tugas lain yang lebih penting.

Baca Juga:  Gaya Hidup Minimalis Ala Jepang yang Bikin Gaji Awet

Ditambah lagi, decluttering akan membantu menghentikan kebiasaan belanja impulsif, karena setelah melakukannya kamu akan merasa enggan membeli barang baru yang tidak terlalu dibutuhkan. Kamu juga akan lebih menghargai barang dan lebih memilih barang sesuai fungsi atau kamu bisa lakukan metode cost per use.

Tidak bisa dipungkiri dengan decluttering, secara otomatis kamu juga menambah kualitas barang yang kamu punya, semua kegiatan di rumah jauh lebih praktis, bisa lebih berhemat lagi dan kamu bisa lebih menikmati hidup karena semua efisiensi ini membuat kamu jauh dari stress.

Memang, bertambahnya kualitas suatu barang, (biasanya) berbanding lurus dengan harga yang diberikan, alias lebih mahal daripada sebelumnya. Tapi, jangan khawatir, kalau harganya barang yang kamu incar lebih mahal, tetapi kualitasnya lebih lama, pakai Kredivo aja. Bisa paylater hingga 12 bulan dengan bunga rendah 2,6% aja. Jadi, cashflow kamu gak berantakan, deh!

Bagaimana dengan kamu? Masih tetap suka mengoleksi barang, atau mulai berpikir untuk membuang atau mendonasikannya, agar barang-barang itu bisa menemui pemilik yang bisa memanfaatkannya.

Share this article