Zakat Ramadan

Banyak yang Masih Keliru, Ini Cara Hitung dan Bayar Zakat Ramadan yang Tepat

Bulan Ramadan, bulan yang selalu dijadikan ladang amal oleh seluruh umat Muslim. Salah satu bentuk amalan tersebut adalah melalui zakat. Bahkan, ada yang membayarkan seluruh zakatnya, termasuk zakat fitrah, ketika bulan puasa. Hal ini merupakan hal yang keliru, karena ada aturan waktu dan perhitungan sendiri mengenai zakat Ramadan. Untuk itu, di sini Kredivo akan menjelaskan selengkapnya mengenai cara hitung serta bayar zakat Ramadan dengan tepat!

Ketahui dulu, bahwa zakat berbeda dengan sedekah

Banyak orang yang masih keliru akan perbedaan zakat dan sedekah. Menurut perencana keuangan syariah Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc., yang dilansir dari CNBC Indonesia, perbedaan zakat dan sedekah terdapat pada aturannya. Sedekah, bisa berbentuk apa saja, gak melulu soal harta. Bahkan bersedekah dalam bentuk senyuman pun diperbolehkan. Sedekah juga tidak memiliki aturan, dan bisa dikeluarkan kapan saja.

Sedangkan zakat, adalah harta yang telah mencapai syarat tertentu, yang diwajibkan untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya, agar harta menjadi suci. Baik yang memberikan maupun yang menerima, harus memenuhi syarat terlebih dahulu.

Zakat terdiri dari dua macam

Zakat pun terdiri dari dua macam, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dilakukan bagi para muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau pada bulan Ramadan. Zakat mal (harta) adalah zakat penghasilan seperti hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil laut, hasil perniagaan, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Untuk itu, zakat yang wajib dikeluarkan di bulan Ramadan ini adalah zakat fitrah.

Apa saja persyaratan zakat fitrah?

Bagi kamu yang hendak mengeluarkan zakat fitrah, sebaiknya ketahui dulu persyaratannya berikut ini.

  1. Beragama Islam dan merdeka,
  2. Menemui dua waktu yaitu di antara bulan Ramadan dan Syawal walaupun hanya sesaat,
  3. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Adapun syarat tidak wajib zakat fitrah antara lain:

  1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadan,
  2. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadan,
  3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadan,
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadan.

Seperti apa perhitungan zakat fitrah?

Setiap balita hingga orang dewasa memiliki kewajiban membayar zakat sebesar 3,5 liter atau 2,5 kg beras, atau makanan pokok dari daerah yang bersangkutan. Lantaran makanan pokok Indonesia adalah nasi, beras bisa dijadikan zakat.

Apabila kamu mau menggantinya dengan uang, kamu harus membayar sesuai dengan harga dari 2,5 beras tersebut. Kamu bisa menyalurkan dana tersebut di masjid atau lembaga amil zakat yang tepercaya.

Kapan waktu yang tepat mengeluarkan zakat fitrah?

Ketika menunaikan kewajiban untuk zakat fitrah, sebaiknya keluarkanlah pada waktu yang tepat. Sebab, jika terlewat dari waktu tersebut maka waktu tersebut tidak dianggap sah. Berikut uraian waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah.

  • Waktu Harus: bermula dari awal bulan Ramadan sampai akhir bulan Ramadan.
  • Waktu Wajib: setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  • Waktu Afdhal: setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadan sampai sebelum mengerjakan sholat Idul Fitri.
  • Waktu Makruh: melaksanakan sholat Idul Fitri sehingga sebelum terbenam matahari.
  • Waktu Haram: setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.

Itu dia penjelasan seputar zakat fitrah di bulan Ramadan. Jangan lupa untuk menunaikannya ya! Pastikan kamu sudah menyisihkan sebagian THR-mu untuk pembayaran zakat fitrah.

Share this article