Belajar Finansial dari Cerita Viral ‘Layangan Putus’

Akhir-akhir ini sedang ramai cerita seorang ibu rumah tangga yang diunggah di Facebook dengan judul layangan putus, dimana ia memergoki suaminya diam-diam berpoligami tanpa persetujuan dari dirinya. Cerita dimulai dari keresahan serta kejanggalan yang ditemui dirinya sebagai istri ketika menjalani keseharian dengan empat anaknya setelah bercerai dengan suaminya. Singkat cerita, ia rela menurunkan standar hidupnya karena ibu rumah tangga ini mempunyai 4 anak, berpenghasilan pas-pasan dan tidak dinafkahi lagi oleh mantan suaminya.

Bukan bermaksud latah atau ikut menghakimi salah satu pihak, Mimin hanya ingin memberi tahu bahwa melalui cerita ini kita bisa mendapatkan pelajaran bahwa betapa pentingnya keterbukaan finansial bagi keluarga, memiliki rencana finansial yang baik untuk masa depan dan secara mandiri mempunyai sumber pendapatan yang cukup.

Oleh karena itu, ini dia beberapa tips yang harus dilakukan oleh kamu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti cerita layangan putus.

Pentingnya Perjanjian Pranikah

Banyak yang bilang bahwa sifat seseorang yang kita kenal ketika sebelum menikah, akan berubah 180 derajat setelah menikah sehingga menimbulkan konflik dari yang kecil hingga yang besar. Bila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, bagaimana pembagian harta? Bagaimana hak asuh anak? Dan lain sebagainya.

Semua pertanyaan semacam ini dan pertanyaan lainnya seputar pernikahan akan terjawab oleh para konselor keluarga yang sudah berpengalaman dan terikat dalam perjanjian pranikah. Hal ini akan memungkinkan kamu dan pasangan lebih mempersiapkan diri jauh lebih matang untuk menghadapi pernikahan.

Keterbukaan Finansial

Keterbukaan finansial adalah kunci untuk mewujudkan keadaan finansial menjadi lebih baik karena dengan keterbukaan ini kita bisa mengetahui posisi keuangan pasangan saat ini, apakah surplus atau defisit, apakah keuangan mereka sehat atau tidak, apakah suami bisa dengan baik mengelola uang, apakah ada perencanaan finansial atau tidak dan masih banyak lagi.

Keseimbangan juga perlu dalam keterbukaan finansial ini, keduanya harus paham dan harus terbuka, agar sekat dan jarak kebohongan atau kecurangan dalam mengelola uang menjadi tipis bahkan hilang.

Belajar dari cerita layangan putus, dimana ketika mereka sudah dinyatakan cerai, si istri tidak mempunyai bekal yang cukup untuk mengasuh 4 orang anak yang mulai besar. Dengan keterbukaan finansial, mungkin aset yang selama ini mereka bangun bisa dibagi secara adil sehingga salah satu yang ditinggalkan bisa memiliki dana lebih untuk mengasuh anak-anaknya.

Jangan Sampai Kepemilikan Harta Menjadi Berat Sebelah

Selain itu, keterbukaan kepemilikan aset juga sangat penting. Jangan sampai semua kepemilikan atas nama istri atau semua atas nama suami. Usahakan berimbang, walaupun bukan 50:50, yang penting terbagi sesuai kebutuhan dan kesepakatan agar bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti cerita layangan putus, masing-masing bisa menikmati aset dengan adil.

Istri juga Harus Punya Penghasilan Sendiri

Ini adalah poin yang paling penting bila menjadi seorang istri. Lebih baik jangan mengandalkan suami untuk mendapatkan pemasukan setiap bulannya. Asah diri sendiri untuk mendapatkan uang dari hasil keringat sendiri. Apalagi jaman sekarang, banyak cara untuk menghasilkan uang dari rumah, seperti menjadi dropshipper barang, jualan online.

Selain bisa membantu pemasukan keluarga setiap bulannya, dengan cara mandiri seperti ini juga bisa berguna jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti perceraian atau ditinggal suami terlebih dahulu. 

Belajar Investasi Sejak Dini

Investasi menjadi instrumen penting bila menjalani kehidupan berkeluarga. Investasi juga tidak harus berbentuk aset, tetapi bisa berbentuk kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Belajar dari kisah layangan putus, dimana penulis sebagai istri yang bercerai dan kewalahan secara finansial untuk mengasuh 4 anaknya. Bila kita berinvestasi sejak dini, contohnya investasi pendidikan, bila sejak dini ia sudah berinvestasi di sini dengan menggunakan asuransi pendidikan, mungkin beban lebih ringan dibanding sekarang, karena biaya pendidikan yang cukup besar sudah terpenuhi. 

Namun, bila kamu masih pemula, bisa juga menggunakan reksadana ataupun deposito. Walaupun low risk, low return tetapi cara berinvestasi ini aman sehingga tidak menimbulkan kerugian malah berpengaruh pada finansial pribadi.

 

Baca Juga:  6 Hal yang Nggak Pernah Dilakukan Perempuan Sukses

Ketika terjadi perceraian, memang seharusnya mantan suami tetap menanggung mantan pasangannya dengan memberikan uang tunjangan setiap bulannya sebagaimana diatur dalam Pasal 41 C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”). Meski begitu, sebaiknya jangan bergantung kepada tunjangan  tersebut dan terus berusaha untuk mandiri secara finansial. Semoga tips di atas membantu dan kita semua dihindari hal-hal buruk di dalam hidup kita ya, Kredipal.

Share this article