gozali everyday

NFT Itu Masa Depan Seni Digital atau Hanya Tren Sesaat?

Akhir-akhir ini NFT ramai dibicarakan. Apalagi setelah viralnya Gozali, seorang mahasiswa asal Semarang, yang awalnya hanya berniat untuk mendokumentasikan progress mukanya dengan cara membuat selfie selama 5 tahun, lalu dibuat timelapse dan diunggah ke Youtube.

Alih-alih ingin membuat video, akhirnya Gozali menjual seluruh foto selfie-nya berformat NFT di OpenSea sebanyak 993 foto, dan laris manis hingga total pendapatan Gozali mencapai Rp13,8 miliar. Membagongkan sekali kan? 

Semenjak viralnya Gozali, pembicaraan NFT bukan lagi dibicarakan oleh orang-orang yang menyukai art, para illustrator, atau pemain cryptocurrency. Bisa dibilang, NFT sudah tersentuh oleh kalangan bapak-bapak atau para ojol yang sudah nongkrong di warung kopi.

NFT Itu Apa Sih?

NFT adalah Non-Fungible Token yang merepresentasikan nilai dari suatu karya dalam berbagai bentuk yang tidak dapat digantikan. NFT bisa diibaratkan sebagai sertifikat kepemilikan suatu karya aset digital. Aset yang dimaksud bisa foto atau gambar, video, musik, GIF, PNG, dan lainnya.

Pada umumnya NFT memiliki kode dan sistem yang sama dengan kebanyakan crypto, yaitu melalui blockchain. Item NFT biasanya hanya ada satu atau memiliki jumlah yang sangat terbatas dengan kode unik untuk alat autentifikasi sebagai bukti kepemilikan.

NFT Sangat Potensial

Sudah beribu-ribu tahun orang menjual karya seni, namun semenjak perkembangan dunia digital, karya yang dihasilkan orang di dunia digital semakin cair. Orang bisa saja mengambil karya orang lain dari negara yang jauh, lalu menjualnya dalam bentuk kaos, mug, atau print kanvas dan mengklaim kalau itu adalah hasil karya dia.

Namun tidak dalam NFT, mampu menambahkan kelangkaan dan eksklusivitas karya. Dilansir dari kompas, menurut Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, NFT tidak akan menjadi tren sesaat, dan akan terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan. Meski masih baru, ia menyebut banyak potensi yang bisa diciptakan oleh NFT di kemudian hari.

Baca Juga:  Ramalan Shio di tahun Tikus Logam. Shio-mu untung atau buntung tahun ini?

Belum lagi tren dunia virtual, alias metaverse yang sudah dikembangkan oleh pendiri Facebook, sejak dini, NFT bagaikan aset digital yang bisa digunakan sebagai hadiah, atau seseorang bisa mengadakan pameran seni dengan menampilkan koleksi-koleksi NFT-nya.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa NFT bukan seperti tren tanaman hias atau batu akik pada masanya, ya. Tren ini cenderung melambung tinggi, karena NFT yang dikenal sebagai tempat para seniman untuk menjual karyanya yang otentik, lalu tiba-tiba Gozali mendobrak dunia NFT Indonesia dengan menampilkan karya selfie yang terkesan biasa-biasa saja.
Lantas, jangan langsung main selfa-selfi aja terus langsung masukin OpenSea, ya! Kalau kamu ingin berkecimpung di dunia NFT, pelajari baik-baik dulu, lalu buat karya dengan style kamu sendiri.

Share this article