Mengajarkan Orang Tua Soal Belanja Online Ternyata Semelelahkan Itu
Hobi dan Gaya Hidup

Cara belanja online itu gimana sih ka?” Mendapatkan satu pertanyaan seperti itu dari orang tua, khususnya Ibu merupakan pertanda bahwa akan ada perjalanan panjang yang mau gak mau harus siap dihadapi. Tidak hanya meluangkan waktu yang panjang, tapi ada kesabaran yang patut diuji.

Belum lagi momennya yang kurang pas, misalnya lagi work from home atau ya sedang bermain game. “Main game mulu, lagi ditanya orang tua”, ya kurang lebih itu lanjutannya kalau kita balas “sebentar”. Kejadian ini yang Kredimin alami, tapi Kredimin yakin kalau pasti ada kok orang yang mengeluh perihal mengajarkan orang tua salah satunya soal belanja online.

Dimulai dari Membuat Akun 

Setelah minta untuk diajarkan belanja online, tentu tahap pertama adalah dengan membuat akun di platform e-commerce. Sedikit saran, sebelum membuat akun siapkan kertas dan pulpen. Meskipun ada teknologi namanya aplikasi “note” di handphone, tapi bukti catatan fisik untuk menulis ID dan password sepertinya akan lebih aman.

Belajar dari akun TikTok @hamburgerhrs dimana salah satu video nya ketika dua tahta tertinggi lagi berdebat di rumah, yang berisikan perdebatan kaka pertama dengan ibu yang lupa password gmail nya. Sepertinya membuat catatan sebagai bukti fisik akan memberikan kedamaian.

“Perasaan mamah gak pakai password deh”

“Yaudah kamu cari sendiri pasti bisa, kamu sekolah tinggi pasti ngerti”

Kurang lebih seperti itu jawaban Ibu dari akun @hamburgerhrs ketika diminta buat mengingat password. Benar-benar seperti perang kan? Gelar pendidikannya benar-benar dipertaruhkan! Oiyah, perlu diingat bahwa akun gmail itu cukup penting untuk akses ke semua hal, terutama instal aplikasi.

Baca Juga:  Belanja Menu Sahur dan Berbuka Lebih Mudah Pakai Kredivo Paylater

Jadi, daripada kejadian itu terulang lagi lebih baik dicatat. Kalau boleh memberikan nasihat sedikit, kamu harus mempersiapkan tingkat kesabaran kurang lebih 30% dalam tahap pertama ini.

Belum Lagi Soal Fiturnya

Kalau kamu sudah selamat di tahap pertama, kamu akan menghadapi penjelasan fitur di tahap kedua. Tapi, biar aman sebenarnya kamu hanya perlu menjelaskan dua hal “informasi akun” dan “cara bayar”. 

Maksudnya informasi akun adalah mulai dari PIN saat ingin transaksi hingga mencantumkan alamat tuju, biar gak ada masalah baru seperti Orang Tua VS Abang Kurir. Nah, kalau cara bayar ini cukup panjang. Kamu harus benar-benar mengajarkan mulai dari gimana orang tua mencari barang yang ia butuhkan atau melihat barang yang ia inginkan. 

Misalnya di Kredivo ada satu page di halaman utama yaitu Layanan Digital, setelah klik kamu akan mengetahui bahwa Kredivo bisa bayar untuk kebutuhan sehari-hari seperti Pulsa Prabayar, Paket Data, PLN hingga bayar Internet yang bisa dicicil 1 bulan Bebas Bunga, Bebas Biaya Admin. Kalau mau beli atau lihat barang elektronik dan gadget juga bisa lihat di Kredimall yang memberikan banyak opsi.

Jadi setelah orang tua tau proses mau beli, baru ajarkan caranya untuk bayar. Dengan menghubungan no rekening atau memilih pilihan tenor kalau menggunakan Kredivo yang fleksibel bisa sampai 24 Bulan.

Kita Gak Pernah Tau Tua Akan Seperti Apa

Sebenarnya mengajarkan orang tua untuk belanja online itu tidak hanya sampai situ ujiannya. Menentukan password yang mudah diingat, keluhan font yang susah dibaca, lupa cara bertransaksi, permasalahan yang sebenarnya karena kurang lengkap dalam proses transaksi seperti pemilihan masa pengiriman hingga hal kecil lainnya yang mungkin belum ia ceklis, itu termasuk ujian.

Baca Juga:  Nikmati Liburan Akhir Tahun Tanpa Khawatir Boncos, Ternyata Bisa Lho!

Tentu akan memakan waktu yang panjang, tapi kalau dipikir-pikir kita juga gak pernah tau tua akan seperti apa. Kondisi yang seperti apa, teknologi yang seperti apa, dan cara beradaptasi yang mungkin bisa saja lebih sulit dari orang tua yang kita rasakan sekarang.

Rasa tidak mengerti itu menyebalkan, ketinggalan zaman juga sedikit memalukan, jadi wajar kalau emosinya naik turun saat kita menunda-nunda untuk mengajarkan. Jadi, kalau bisa dan ada waktu sebaiknya diajarkan perlahan ya, seperti saat ia mengajarkan kita sejak kecil dengan sabar.

Tapi, kalau bener-bener tidak ada waktu. Tutorial dari Youtube sepertinya cukup membantu.

Share this article
Artikel Lainnya