Suka Menumpuk Keranjang Belanja Online dan Ujungnya Gak Jadi Beli Adalah Hobi Kita Semua

Di zaman semua serba online seperti sekarang, ada satu kegiatan yang suka kita semua lakukan, yaitu belanja online, terutama melihat-lihat barang di e-commerce maupun toko online. Hal ini tanpa sadar bisa kamu lakukan ketika kamu sudah selesai scrolling Instagram, Twitter maupun sosial media lainnya. Tiba-tiba saja kamu masuk ke salah satu e-commerce, lalu melihat barang dari hasil rekomendasi, melihat review barang tersebut lalu berpikir, ”wah lucu juga nih baju kucing,” atau, ”kayaknya kotak make up ini berguna deh buat di meja rias.”

Ketika kamu sedang enak-enak melihat-lihat barang, tanpa sadar juga kamu memasukan beberapa barang di keranjang e-commerce, berpikir kalau nanti sudah butuh, tinggal di check out aja. Namun, tanpa sadar juga kamu melakukan hal ini berkali-kali, barang pun lupa dibeli, sehingga keranjang belanjaan menumpuk.

Hayo, ngaku, siapa yang sering menumpuk barang di keranjang di e-commerce, tapi ujung-ujungnya barang tersebut gak jadi dibeli?

Jika ia, tenang saja, kamu dan Kredimin bukan satu-satunya orang yang punya kebiasaan seperti ini, kok. Banyak juga orang di luar sana yang melakukan hal yang sama, sampai-sampai kebiasaan ini juga ada istilahnya, yaitu cart abandonment.

Sudah Menjadi Permasalahan Lama

Dalam dunia per-e-commerce-an, masalah cart abandonment ini sudah menjadi permasalahan lama para pelaku bisnis. Orang berlomba-lomba untuk menyusun strategi agar seseorang tidak meninggalkan barang jualannya tertimbun di keranjang belanja, dengan harapan toko tersebut mendapatkan untung yang maksimal.

Data juga menunjukkan bahwa ketika pandemi Covid19 kebiasaan ini menambah drastis. Dilansir dari Vice, data dari awal pandemi tahun ini menunjukkan tingkat 94,4 persen dibandingkan dengan 85,1 persen pada periode yang sama tahun lalu,” kata Jordan Elkind, wakil presiden retail insight untuk platform Amperity, saat diwawancarai Today.

Baca Juga:  Tipe-Tipe Teman yang Hobi Pinjam Uang

Jelas, pandemi Covid19 memang merubah gaya hidup dan kebiasaan berbelanja semua orang, yang tadinya berbelanja di toko atau mall, sekarang berganti menjadi online agar mengurangi berbagai macam kegiatan di luar demi mengurangi resiko terpaparnya virus Covid19.

Lebih Baik Pindahkan ke Wishlist

Memang, kebiasaan ini tidak merugikan diri sendiri, bahkan tidak merugikan para penjual yang barangnya kamu masukan ke dalam keranjang belanja di e-commerce. Namun, janganlah memberi harapan palsu pada penjual di e-commerce, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, para penjual pasti berharap kamu membeli barang yang ia jual. Jika ujung-ujungnya kamu tidak jadi membeli, pupus sudah harapan para penjual.

Kalau memang kamu sedang membutuhkan barang tersebut, pakai paylater dari Kredivo aja. Bisa dibayarkan di bulan depan dengan bunga 0% saja. Tapi ingat, pakai paylater sesuai kemampuanmu, ya. Jangan sampai tagihan di bulan depan lebih besar dibandingkan pendapatan kamu.

Atau kamu bisa memikirkannya kembali, apakah barang yang Anda butuhkan saat ini. Mungkin kucing kamu masih belum perlu memakai baju baru, atau kotak make up yang lama masih belum rusak. Daripada memenuhi keranjang belanja dimana kamu belum tentu membeli barang tersebut dekat-dekat ini, lebih baik pindahkan saja ke wishlist saja. Kalau sewaktu-waktu butuh barang tersebut, kamu jadi tidak ribet mencarinya kembali.

Share this article