Buat yang mau dapat gaji pertama, mendingan langsung diatur, biar nggak nyesel kaya Kredimin. Cuma modal seneng dapet gaji pertama, ujung-ujungnya impulsif juga.
Nggak semua orang paham bagaimana cara mengelola keuangan, apalagi saat baru pertama kali bekerja. Padahal itu semua harus dipersiapkan sejak awal.
Nah, buat kamu yang fresh graduate baru mau bekerja, sudah mendapatkan offering, atau baru dapat kerjaan baru, artikel kali ini akan kasih 5 cara mengelola gaji pertama biar kamu nggak nyesel dan lebih siap saat terima gaji pertama.
Catat Pemasukan dan Pengeluaran
Tahap pertama ini basic, tapi sebenarnya memang fondasi yang cukup penting dalam mengelola keuangan. Catat apapun, biaya transportasi, beli jajan, makan, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya.
Jangan lupa catat pemasukan, mulai dari gaji bulanan atau kalau ada project freelance itu juga perlu untuk dicatat, menang hadiah? Catat juga. Ketika kamu sudah catat keduanya, kamu akan mengetahui biaya pengeluaran paling banyak itu apa, biaya yang harus bisa ditekan itu apa, biar ada pertimbangannya ketika ingin membeli sesuatu.
Sekarang aplikasi pencatatan pemasukan dan pengeluaran itu sudah banyak kok, paling mudah tentu menggunakan spreadsheet dari google. Cuma harus disiplin ya, karena biasanya di tengah jalan suka males, eh jadinya nggak ke catat lagi.
Buat Persentase Alokasi Gaji Pertama
Ada rumus mengelola keuangan yang bisa kamu coba saat alokasi gaji pertama, yaitu dengan membagi 50/30/20. Mudahnya, 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau hiburan, 20% untuk tabungan atau dana darurat.
Kalo kamu memang orang yang bisa menekan keinginan dan memprioritaskan kebutuhan, kamu juga bisa mengubah menjadi 20% hiburan dan 30% tabungan atau dana darurat. Biar lebih gampang, ini simulasinya:
Gaji pertama: 8.000.000
50%: 4.000.000 untuk biaya pokok
30%: 2.400.000 untuk hiburan
20%: 1.600.000 untuk menabung
Alokasikan itu semua saat awal terima gaji. Jangan lupa disesuaikan juga dengan catatan pengeluaran, biar lebih bijak buat atur persentase, karena rumusnya sefleksibel itu.
Investasi Juga Penting
Memang nggak semua orang pengeluarannya sama, ada yang gaji pertama udah abis buat kebutuhan pokok dan tersier yang mendukung keseharian. Tapi, kalo masih ada sisa budget jangan lupa investasi ya.
Sekarang instrumen investasi banyak pilihannya, mulai dari emas, reksadana, obligasi dan kalo mau lebih high risk juga ada saham. Cuma buat awal, sebaiknya pilih investasi yang aman dulu ya.
Kalau masih belum bisa? Gapapa, nanti digaji bulan berikutnya langsung disisihkan untuk investasi ya.
Sisihkan Orang Tua
Kondisi keluarga setiap orang itu beda-beda, ada yang orang tuanya sudah tidak bekerja, sepuh, atau kondisi yang kurang baik. Jadi, saat membuat persentase alokasi gaji pertama bisa disesuaikan kembali untuk sisihkan ke orang tua.
Kamu bisa ambil dari persentase hiburan kalau memang kebutuhan orang tua itu urgent setiap bulannya.
Self Reward Itu Perlu, Tapi Harus Dikontrol
Nggak ada salahnya untuk self reward setelah lelahnya bekerja, cuma tetep dikontrol biar nggak impulsif. Masih bingung caranya? Mudah kok.
Ketika ingin membeli sesuatu, jangan lupa cek promo. Sekarang banyak promo yang bisa kita dapatkan, mulai dari promo tanggal kembar, celebrate anniversary sebuah brand atau hari-hari istimewa, dan masih banyak lagi. Dengan mengetahui adanya promo, self reward bisa terlaksana dan pengeluaran masih tergolong aman.
Jadi, self reward tetap harus dikontrol, misalnya ada barang yang memang diinginkan namun harganya diluar budget, sebaiknya nabung dulu aja ya. Kamu, juga bisa pakai Kredivo, tentunya dengan cicilan yang sesuai budget bulanan. Tapi, perlu diingat kalau udah ambil cicilan, bulan depan self reward nya dikurangi ya.
Mudah kan ternyata mengelola gaji pertama? Tentu, asalkan kamu sudah mengetahui caranya. Jadi, jangan lupa cobain cara mengelola gaji pertama ya! Biar nggak nyesel!