Meminjam uang ke kerabat atau teman dekat tidak se-simple mengajukan pinjaman tunai Kredivo kalau lagi ada limitnya. Harus ada etika yang harus dipatuhi, karena ada risiko kerenggangan hubungan jika dilakukan sembarangan.
Oleh karenanya penting untuk mengedepankan norma dan batasan yang ada. Berikut Kredimin beri panduan yang bisa kamu terapkan saat meminjam uang kepada orang terdekat.
Pinjam Uang Hanya untuk Kebutuhan Mendesak
Sama seperti mengajukan pinjaman tunai Kredivo, meminjam uang ke kerabat juga harus ada urgensinya sendiri. Contohnya ketika kamu memiliki kebutuhan yang benar-benar mendesak, seperti biaya pengobatan, pendidikan, membayar sewa, atau kehidupan sehari-hari.
Nah, menggunakan alasan yang tepat akan membuat kerabat atau teman kamu merasa lebih nyaman. Hindari meminjam uang hanya untuk keperluan yang tidak penting seperti berlibur atau membeli barang tren.
Pertimbangkan Kemampuan Finansial Diri Sendiri
Sebelum memutuskan untuk meminjam uang, ada bijaknya kamu mengukur kemampuan finansial pribadi. Pertimbangkan besaran pinjaman yang benar-benar kamu butuhkan dan pastikan kamu mampu melunasinya tepat waktu.
Jangan sampai memaksakan pinjaman di luar jangkauan, karena hanya akan menambah beban keuangan dan berisiko menurunkan reputasi Anda di mata teman atau kerabat.
Berikan Kepastian Waktu Pengembalian
Transparansi adalah kunci dalam meminjam uang dari orang terdekat. Jelaskan kapan dan bagaimana kamu berencana mengembalikan uang tersebut.
Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Saya akan mencoba mengembalikan uangnya setelah mendapatkan gaji pada akhir bulan ini.”
Memberi tahu waktu pengembalian yang jelas menunjukkan sikap tanggung jawab dan dapat mengurangi kecemasan kerabat atau teman yang meminjamkan.
Wajib Mengkomunikasikan jika Terjadi Keterlambatan
Dalam setiap rencana, tidak menutup kemungkinan terjadi halangan yang menyebabkan keterlambatan pembayaran. Jika ini terjadi, jangan hanya diam saja. Segera informasikan kepada pihak yang telah meminjamkanmu uang.
Kejujuran jauh lebih berharga daripada menghindar dari masalah. Bersikaplah proaktif dengan menjelaskan alasan dan berikan solusi waktu pembayaran baru.
Selalu Prioritaskan Pendapatan untuk Pembayaran Utang
Saat mendapatkan dana, pastikan pelunasan utang menjadi prioritas utama. Dengan menempatkan pengembalian hutang sebagai prioritas pengeluaran, kamu membuktikan komitmen dan menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
Jangan Emosi Ketika Ditagih
Tak jarang rasa tidak nyaman muncul ketika pengingat hutang datang. Tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi. Ingatlah bahwa pihak yang memberi pinjaman turut berjasa di kala kamu terjepit masalah keuangan.
Jika belum mampu melunasi, komunikasikan dengan jelas rencana ke depan terkait pembayaran. Sikap rasional dan terbuka akan menjaga keharmonisan hubungan.
Respek Jika Tidak Bisa Dipinjami
Nah, yang terakhir ini cukup penting, karena seringkali kita terlalu berharap dan gagal memahami situasi finansial orang lain. Jika teman atau kerabat mengatakan tidak bisa meminjami uang, terima dengan lapang dada dan jangan memaksa.
Setiap individu memiliki tanggung jawab finansialnya masing-masing. Daripada memicu konflik, lebih baik hormati keputusan mereka dan carilah alternatif sumber dana lain.
Mendekati persoalan finansial, meskipun dengan orang terdekat, memerlukan kedewasaan sikap dan tindakan. Dengan mematuhi panduan di atas, kamu bisa menjaga harmoni hubungan tanpa menambah permasalahan baru. Semoga tips ini bermanfaat!