Sebaik-baiknya utang atau cicilan online adalah utang yang bersifat produktif, alias bisa bermanfaat untuk mendukung kegiatan sehari-hari, bahkan bisa menghasilkan.
Namun, sebijak-bijaknya mengambil utang atau cicilan online, adalah mempertimbangkan segalanya dengan matang, mulai dari pendapatan, kestabilan pekerjaan, hingga rencana diri sendiri untuk masa depan.
Setelah mempertimbangkannya, tentu cicilan yang diajukan tetap untuk hal yang produktif.
Nah, jika kamu adalah tipe orang yang, “pas gajian, tagihannya bisa dibayar kok” atau “yang penting tagihan gak lebih dari 30% hingga 40% dari pendapatan” ketika mengambil cicilan lebih baik simak ulasan berikut:
1. Besaran gaji dan pengeluaran bulanan
Faktor pertama yang harus kamu pertimbangkan adalah besaran gaji dan pengeluaran yang sudah wajib kamu keluarkan setiap bulannya. Tentu, hal ini berguna untuk mengukur seberapa besar maksimal kemampuan bayar diri sendiri.
Mulai dari belanja bulanan, transport, makan, bayar listrik, bujet entertainment hingga tabungan atau dana darurat.
Sebab, jika acuan kamu hanya sebatas 30% hingga 40% dari pendapatan, tetapi nyatanya dengan gaya hidup yang kamu jalani (misalnya kamu sudah mulai ngekos, karena kantor jauh dari rumah), bisa jadi total pendapatanmu hanya sisa 20% untuk bayar cicilan.
Oleh karenanya, hitung dengan cermat berapa jumlah gaji bersih yang diterima setiap bulan dan bandingkan dengan total pengeluaran bulanan. Setelah itu, baru kamu bisa menentukan berapa persen dari gaji yang dapat dialokasikan untuk membayar cicilan tanpa mengorbankan kestabilan keuangan.
2. Kondisi ekonomi dan kestabilan pekerjaan
Selain besaran gaji dan pengeluaran, kondisi ekonomi dan kestabilan pekerjaan yang kamu dapat juga faktor penting penentu, apakah kamu layak untuk mengajukan pinjaman atau berapa bulan maksimal kamu bisa mengajukan cicilan.
Untuk kondisi ekonomi, mungkin fenomena generasi sandwich bisa dijadikan contoh. Menurut Wikipedia, generasi sandwich adalah sekelompok orang dewasa paruh baya yang merawat orang tua mereka yang lanjut usia dan anak-anak atau adik mereka sendiri.
Dikarenakan bebannya cukup berat dan prioritas keuangan cukup bercabang, alangkah bijaknya untuk menabung dana darurat sebisa mungkin, sebelum mengajukan cicilan, agar segala kemungkinan dadakan bisa terlewati dan tidak mengganggu arus keuangan.
Untuk kestabilan pekerjaan, contohnya adalah karyawan kontrak yang kontrak kerjanya diperpanjang 12 bulan, 6 bulan, bahkan 3 bulan sekali. Ini sangat mempengaruhi berapa lama cicilan yang bisa kamu ambil.
Contoh, kamu ingin upgrade gadget dan sudah lama mengincar iPhone 11 second, dengan harga mulai dari Rp4 jutaan.
Namun, kamu hanya bisa mencicil menggunakan Kredivo selama 3 bulan, dengan bunga 0%, karena belum tentu 3 bulan berikutnya kontrak bisa diperpanjang. Setelah dihitung, kamu hanya bisa mencicil HP dengan harga Rp3 jutaan saja.
Hilangkan gengsi ingin beli HP masa kini, lebih baik arus keuangan lancar dengan mencicil HP sesuai kemampuan, dibandingkan tidak bisa membayar tagihan.
3. Rencana masa depan
Rencana masa depan juga faktor yang cukup penting untuk pertimbangan mengambil cicilan. Sebab, jika kamu tidak tahu di masa depan ingin menjadi apa, cicilan yang kamu ajukan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
Alangkah lebih baik jika cicilan ini sesuai dengan rencana masa depanmu. Misalnya, kamu seorang fotografer, jika kamu upgrade kamera, lensa atau membeli kebutuhan fotografer lainnya, bisa jadi barang yang kamu beli menunjang rencana masa depanmu, yang ingin memenuhi segala kebutuhan klien.
Oleh karena itu, tanyakan ke diri sendiri, kamu ingin menjadi apa di masa depan? Ingin mengasah skill desain? Beli perlengkapannya menggunakan cicilan. Ingin berbisnis? Buat rencana bisnis dengan baik dan manfaatkan pinjaman tunai dari Kredivo, dan lain-lain.
Akhir kata, bukan hanya bentuk barangnya saja yang harus produktif, faktor-faktor di atas juga harus kamu pertimbangkan agar lebih bijak lagi dalam mengambil utang maupun cicilan online.