hari pahlawan _ kredivo

Memperingati Hari Pahlawan, Yuk Kenalan dengan 4 Pahlawan Keuangan Indonesia

Bulan November merupakan bulan yang spesial bagi masyarakat Indonesia. Di bulan ini, kita bersama-sama memperingati Hari Pahlawan, dan mengenang jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Setiap tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang para pahlawan yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Selain  mengenang pahlawan yang berjuang melalui perang, sudah sepatutnya juga kita mengingat mereka yang berperan penting dalam memerdekakan Indonesia melalui bidang lainnya, termasuk bidang finansial.

Selain pahlawan di medan perang, jasa para pahlawan keuangan ini juga patut dikenang

Mereka adalah para pahlawan finansial, yang berperan besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Berkat sejumlah tokoh ini, kini kita bisa merasakan manfaat dari kemajuan industri keuangan Indonesia. Inilah 5 tokoh yang patut didapuk sebagai pahlawan keuangan Indonesia.

Mohammad Hatta

Mungkin kita lebih mengenal Mohammad Hatta sebagai tokoh proklamasi Indonesia. Namun di samping itu, pria yang menjadi wakil presiden pertama Indonesia ini juga dijuluki sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Menurut Hatta, cara untuk memakmurkan rakyat Indonesia adalah membentuk perekonomian yang berlandaskan gotong royong.

Konsep pemikiran tersebut pun menciptakan gerakan ekonomi kerakyatan yang dinamakan koperasi, yang sistemnya tidak memupuk kekayaan pada beberapa orang saja. Setelah tercipta koperasi, muncul lah pemerataan kerja dan pembagian hasil, sehingga tak ada ketimpangan ekonomi. Kebutuhan para anggotanya pun bisa terpenuhi, dan masyarakat menjadi sejahtera.

Atas kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, Mohammad Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada tahun 1953 saat kongres II di Bandung.

Frans Seda

Inflasi selalu menjadi permasalahan ekonomi yang muncul dari tahun ke tahun. Bicara soal inflasi, tentunya tidak lengkap jika tidak menyebut Frans Seda, menteri keuangan Indonesia pada tahun 1966 yang berhasil menurunkan laju inflasi dari 650% menjadi 112% pada masa krisis moneter. Pada saat itu, tingkat inflasi sangat tinggi, harga barang pun melambung ratusan persen dalam setahun.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga merosot  dari Rp5.100 menjadi Rp50.000. Bahkan jumlah pendapatan pemerintah jauh di bawah jumlah pengeluaran. Di tengah kondisi tersebut, Frans mulai menerapkan berbagai strategi, seperti memberikan insentif kepada eksportir, memangkas utang luar negeri, dan melarang penggunaan anggaran negara di luar bujet.

Berkat strategi tersebut, Frans berhasil menahan laju inflasi, dan berhasil membawa Indonesia kembali meraih kepercayaan dunia dengan balik jadi anggota IMF.

Sri Mulyani

Siapa yang tak mengenal menteri keuangan satu ini? Kini Sri Mulyani kembali memimpin Kemenkeu RI, setelah menjabat selama periode 2005-2010. Namun sebelum kembali menjadi menteri keuangan, wanita kelahiran 1962 ini menjabat sebagai direktur pelaksana World Bank periode 2010-2016.

Salah satu jasanya untuk Indonesia adalah meningkatkan investasi asing dari 4,6 miliar dolar AS menjadi 8,9 miliar dolar AS pada tahun 2005. Peningkatan ekonomi Indonesia pun mencapai angka pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 6,6 persen pada tahun 2007.

Sri Mulyani berhasil membuat kebijakan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan berhasil membuat perekonomian Indonesia keluar dari krisis pada 2008 silam. Berkat seluruh kerja kerasnya, Sri Mulyani tercatat sebagai salah satu menteri yang memiliki integritas yang baik dan menuai banyak penghargaan. Salah satunya sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia tahun 2017 versi Finance Asia.

Raden Bei Aria Wiryaatmaja

Sosoknya mungkin tidak begitu dikenal. Namun jika menyebut Bank Rakyat Indonesia, tentu pernah mendengarnya kan? Beliau adalah sosok di balik berdirinya bank perkreditan pertama di Indonesia tersebut. Awalnya pria yang pernah menjabat sebagai Patih Purwokerto ini tergerak mendirikan Bank Perkreditan Rakyat setelah mendengar kisah tentang rentenir yang mematok bunga tinggi.

Ia pun kemudian mendirikan lembaga keuangan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto di Purwokerto, Jawa Tengah, yang membantu masyarakat kecil lepas dari jeratan rentenir. Ia memberikan bantuan dana pinjaman dengan mengenakan bunga rendah. Setelah BRI hadir, masyarakat pribumi pun berhasil bebas dari rentenir.

Yuk, teruskan perjuangan pahlawan mulai dengan melakukan hal ini

Menjelang Hari Pahlawan, alangkah baiknya jika kita juga mengapresiasi jasa besar tokoh-tokoh di atas dalam menolong perekonomian negara. Bayangkan saja, mungkin tanpa sosok mereka, Indonesia tidak akan memiliki konsep ekonomi kerakyatan. Laju inflasi terus meningkat dan bisa menyengsarakan rakyat. Perusahaan asing enggan untuk berinvestasi di Indonesia. Atau bahkan bunga kredit belum diatur secara resmi hingga muncul banyak rentenir.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita patut melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melakukan hal kecil, seperti memiliki pemahaman yang mendalam tentang finansial. Tak perlu membaca bacaan berat, cukup mulai dengan membaca artikel-artikel ringan seperti yang terdapat pada blog Kredivo.

Kredivo merupakan layanan pinjaman uang berbasis teknologi yang memiliki prinsip responsible lending (bertanggung jawab). Artinya dalam memberikan pinjaman, Kredivo memberikan transparansi produk, baik dari segi bunga, biaya tambahan, dan simulasi cicilan. Dengan begitu risiko penipuan dan praktik tidak etis bisa diminimalisasi.

Selain itu, Kredivo juga memverifikasi data pengguna terlebih dahulu dengan teknologi machine learning, untuk menilai kondisi keuangan calon peminjam, dan memastikan bahwa pengguna bisa melunasi kewajibannya. Download Kredivo sekarang dan dapatkan pinjaman dengan bunga terbaik!

 

Share this article