Kita semua pasti pernah merasakan susah menabung, tidak memiliki uang di akhir bulan, di mana mie instan menjadi teman, lengkap dengan telur, serta rutinnya membeli kombinasi paling mutakhir, yaitu nasi + telur + kuah di warteg atau rumah makan padang.
Namun, jika kamu melalui hal-hal tersebut setiap bulannya, sehingga tidak memiliki uang lebih atau susah menabung, maka kamu harus sadar sejak dini, karena ada yang salah dengan pengaturan keuangamu.
Oleh karena itu, kali ini Kredimin mau kasih kalian lima alasan yang cukup masuk akal, mengapa kamu susah punya uang lebih untuk menabung atau untuk dana darurat.
1. Susah menabung karena gak punya tujuan finansial
Alasan pertama yang cukup masuk akal adalah kamu tidak memiliki tujuan finansial. Habis gajian, bayar ini dan itu, sisanya dipakai untuk menyambung hidup saja.
Padahal, jika kamu memiliki tujuan finansial yang kecil, seperti ingin membeli gadget baru, pasti kamu menyisihkan uang tersebut di depan, bukan menunggu sisa gajian di akhir bulan.
Nah, kebiasaan ini sangat penting dan harus dibiasakan supaya bisa menabung dengan tujuan yang lebih besar lagi, menabung untuk menghalalkan si doi misalnya~
2. Pengeluaran lebih banyak untuk hal konsumtif
Beli barang yang sudah lama diincar memang suatu hal yang memuaskan, apalagi jika kamu beli dengan keringat sendiri. Namun, pengeluaran-pengeluaran konsumtif seperti makan di tempat yang mahal, beli sneakers baru, baju baru, modifikasi kendaraan, jika dilakukan tanpa melihat arus keuangan bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.
Jangan sampai terus-terusan memberi makan “ego” diri sendiri dengan belanja hal-hal yang konsumtif berkedok self reward, ya! Jika terus begini, kamu akan susah menabung, bahkan akhir bulan selalu kehabisan uang.
3. Pengeluaran mengikuti penghasilan
Ketika penghasilan meningkat, rasa senang dan lega sering kali muncul. Wajar, karena kamu memiliki lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, kenaikan penghasilan ini dapat menjadi bumerang, lho!
Agar keuangan aman dan bisa mulai menabung, alangkah baiknya jika penghasilan bertambah, jangan sampai pengeluaran dan gaya hidup juga menambah.
Jika dulu gaji Rp5 juta saja kamu bisa menabung Rp1 juta, jadi jika bertambah menjadi Rp6,5 juta, harusnya kamu bisa menabung Rp2,5 juta juga, kan?
4. Menggunakan Paylater dengan semana-mena
Sebagaimana kamu tahu, layanan Kredivo yang #Sefleksibelitu memang bisa menjadi solusi ketika kamu dalam keadaan terdesak atau kamu ingin membeli barang impian dengan cara dicicil.
Namun, jika kamu menggunakan layanan ini dengan cara semana-mena, di mana kamu tidak memikirkan kemampuan bayar setiap bulan, membeli barang selalu yang bersifat konsumtif dan lain sebagainya, kamu akan berada di lingkaran hutang dan tidak memiliki uang lebih untuk menabung.
Jadi, jika ingin menggunakan layanan Paylater seperti Kredivo, kamu harus memprioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu, tahu kemampuan bayar atau tidak melebihi lebih dari 30% pendapatan kamu setiap bulannya, ya!
5. Melupakan investasi
Siapa sih, yang nggak mau mendapatkan kebebasan finansial? Nah, masa muda saat ini sebenarnya masa kerja keras supaya bisa pensiun lebih cepat atau mendapatkan kebebasan finansial lebih cepat.
Ada kisah menarik di Jepang tentang seorang anak muda yang pensiun di usia 35 tahun dan memiliki properti miliaran rupiah yang kemudian disewakan kepada orang lain. Ternyata sejak bekerja dia sudah mulai menabung dan berinvestasi di bidang properti.
Nah, zaman sekarang investasi sudah lebih gampang dengan beragam, mulI dari investasi saham, reksadana hingga menabung emas, semua dilakukan secara online. Oleh karena itu, mulailah memikirkan menabung dan berinvestasi demi kehidupan finansial lebih baik di hari tua.