hari keuangan nasional _ kredivo

72 Tahun Lahirnya Uang Rupiah, Berikut 7 Fakta Hari Keuangan Nasional

Tahukah kamu bahwa 30 Oktober merupakan hari istimewa bagi bangsa Indonesia? 72 tahun yang lalu pada tanggal ini, Oeang Republik Indonesia (ORI) yang kini menjadi Rupiah, pertama kali terbit secara resmi. Hari ini pun diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional setiap tahunnya.

Memang, uang merupakan hal yang tak bisa terlepas dalam hidup semua orang, karena uang adalah alat pembayaran resmi yang sah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Tak heran jika banyak orang banting tulang bekerja keras untuk mendapatkan banyak uang.

Setiap negara pun mempunyai mata uangnya masing-masing. Begitu pula Indonesia dengan mata uang rupiah. Namun tahukah kamu bahwa terdapat banyak sejarah di balik mata uang Indonesia, hingga akhirnya lahirlah rupiah seperti yang digunakan seluruh masyarakat Indonesia saat ini?

1. Mata uang Indonesia dirancang setelah Indonesia merdeka

Setelah proklamasi Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia masih belum memiliki mata uang sendiri. Di seluruh wilayah Indonesia masih beredar mata uang Jepang, mata uang peninggalan Hindia Belanda, dan mata uang De Javasche Bank.

Pemerintah merasa perlu untuk mengeluarkan mata uang sendiri selepas kemerdekaan Indonesia. Bukan sekedar alat pembayaran semata, tapi juga sebagai lambang utama suatu negara merdeka, serta sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat luas.

2. Lahir di tengah kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil

Sesaat setelah pemerintah baru merencanakan untuk membuat mata uang sendiri, datanglah sekutu Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang mau menerbitkan uang NICA yang memicu inflasi serta mengakibatkan kekacauan ekonomi di Indonesia. Karena hal ini, pemerintah akhirnya menyegerakan produksi ORI dengan harapan bisa mengurangi tekanan politik NICA.

Pada tanggal 29 Oktober 1946 pukul 20.00, Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden kala itu mengumumkan kepada masyarakat Indonesia melalui siaran radio RRI bahwa ORI mulai berlaku pukul 00.00 keesokan harinya, tanggal 30 Oktober 1946, dan uang lain yang beredar sebagai uang sah di Indonesia tidak lagi berlaku. Pada hari itu pula lah, Hari Keuangan Nasional dicetuskan. 

3. Sebelum Rupiah, Indonesia punya Oeang Republik Indonesia (ORI)

Baca Juga:  Pengajuan Cicilan Ditolak karena Skor Kredit Masih Rendah? Ini solusinya

Pada saat itu, ORI pertama yang resmi beredar dalam bentuk delapan seri uang kertas bernominal satu sen, lima sen, sepuluh sen, setengah rupiah, satu rupiah, lima rupiah, sepuluh rupiah, dan seratus rupiah. ORI mempunyai sisi depan dan belakang yang bergambar ciri khas Indonesia, seperti wajah Presiden Soekarno, atau gambar keris, dan teks Undang-Undang Dasar 1945.

4. ORI digantikan dengan uang RIS setelah Indonesia diakui kedaulatannya

Meskipun telah merdeka sejak tahun 1945, Indonesia baru diakui kedaulatannya oleh Belanda pada 27 Desember 1949 melalui salah satu hasil perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB). Indonesia pun berubah nama menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Sebagai upaya untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, pemerintah mengubah mata uang ORI menjadi Uang RIS, yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank.

5. Bank Indonesia dibentuk sebagai bank sentral di Indonesia

Pada Desember 1951, De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral. Sebelum menjadi satu-satunya lembaga yang menerbitkan dan mengedarkan uang, Bank Indonesia membagi tugas dengan pemerintah. Penerbitan uang kertas rupiah menjadi tanggung jawab Bank Indonesia, sedangkan uang koin ditangani oleh pemerintah secara terpisah. Pada masa Orde baru, barulah Bank Indonesia diberikan wewenang untuk menerbitkan uang kertas sekaligus uang koin, dan mengatur peredarannya.

6. Rupiah lahir sebagai pengganti mata uang RIS

Di saat yang sama, Bank Indonesia juga merilis uang rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran. Nama rupiah berasal dari kata “rupia”, bahasa Mongolia untuk perak. Ada pula pendapat lain yang mengatakan rupiah berasa dari bahasa Sansekerta “rupya” yang memiliki arti sama. Lalu, kenapa namanya bisa jadi rupiah? Karena pelafalan orang Indonesia, khususnya orang Jawa yang sering menambahkan huruf “H” di belakang kata.

7. Tahun 2016, Bank Indonesia mengeluarkan rupiah dengan tampilan terbaru

Baca Juga:  Sudahkah Kamu Mengalokasikan Keuangan Bulananmu?

Pada 2016 lalu, Bank Indonesia mengeluarkan 11 uang rupiah dengan tampilan terbaru yang terdiri atas tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang koin. Uang terbaru ini memiliki perpaduan warna yang lebih cerah dibandingkan uang sebelumnya. Pecahan kertas Rupiah yang diterbitkan BI ini diklaim menjadi salah satu mata uang yang memiliki tingkat keamanan tertinggi di dunia karena sudah menerapkan 3 level pengamanan untuk mencegah pemalsuan.

Diterbitkan dengan penuh perjuangan, yuk mulai hargai rupiah kita!

Dari sejarah Hari Keuangan Nasional di atas, ternyata banyak upaya yang harus ditempuh Indonesia untuk memberlakukan mata uang resmi. Semoga dengan mengetahui sejarah kemunculan mata uang Indonesia hingga terdapat Hari Keuangan Nasional, kita bisa lebih menghargai uang. Seperti dengan menabung menggunakan uang rupiah misalnya atau berinvestasi di pasar modal negeri sendiri untuk mengendalikan tingkat inflasi. Yuk, mulai hargai rupiah kita seperti kata Cindy Cenora dulu, “Aku cinta rupiah!”

Butuh pinjaman uang tunai untuk keadaan mendesak? Kredivo bisa jadi solusi kredit online yang memberikan kamu kemudahan untuk mendapatkan pinjaman dengan bunga terendah. Yuk daftar sekarang!

Share this article