Ini dia 5 tantangan jadi pengusaha wanita yang wajib kamu ketahui!

5 Tantangan Jadi Pengusaha Wanita, Kamu Sudah Siap?

Tidak ada yang lebih berbahaya ketimbang melihat seorang wanita yang powerful, yang bisa menentukan nasibnya sendiri, dan bisa memilih jalan hidup sesuai hasratnya sendiri. Meningkatnya kesetaraan gender di zaman yang semakin maju, telah membuka peluang lebih besar bagi wanita untuk melakoni apa yang mereka sukai, termasuk memilih untuk jadi pengusaha wanita.

Meski banyak rintangan untuk jadi pengusaha wanita, bukan berarti mereka nggak bisa melaluinya. Buktinya, sederet nama wanita telah membuktikan kesuksesannya di dunia bisnis. Sebut saja Dian Pelangi dengan brand fesyen muslimnya yang telah go international, Catherine Hindra Sutjahyo yang sukses mendirikan Zalora, Cynthia Tenggara yang menyalurkan hobi memasaknya jadi bisnis online catering Berrykitchen, dan Helga Angelina Tjahjadi yang sukses cetuskan junk food sehat lewat Burgreens.

Kredivo merangkum 5 tantangan yang harus dilewati wanita yang ingin jadi pengusaha. Kami sih yakin, kamu pasti bisa menaklukan semuanya seperti para wanita keren di atas.

  1. Ketakutan untuk memulai

Sebagai wanita yang baru memulai dunia usahanya, ketakutan untuk gagal adalah hal yang wajar. Namun, tenang aja, kesuksesan itu nggak bias gender, kok.

Coba deh kamu ikut talkshow atau seminar yang pengisi acaranya pengusaha wanita. Dari cerita pengalaman hidup mereka, kamu bisa membuktikan betapa kesuksesan nggak pandang jenis kelamin, asal kamu mau mati-matian berupaya.

Jadi, buat kamu yang mau jadi pengusaha, jangan takut! Supaya makin pede, kamu bisa bergabung dengan komunitas bisnis atau grup wirausahawan wanita, agar kamu bisa belajar dan berkembang bersama para wanita yang bertujuan sama. Beberapa komunitas wirausahawan perempuan yang populer adalah HerStory, Komunitas Srikandi, dan Womenpreneur.

  1. Terhambat masalah modal

Terbatasnya akses pendanaan adalah masalah bagi siapa pun yang ingin membangun usaha. Berbagai cara untuk dapatkan modal bisa kamu lakukan, seperti menggunakan uang tabungan, menjual aset, menggadaikan aset, atau mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) ke bank.

Meskipun KTA lebih dimiati para pebisnis, beberapa kelemahan seperti jangka waktu pelunasan yang relatif pendek dan bunga yang tinggi bisa menjadi hambatan buat dapat pinjaman modal.

Namun, berkat digitalisasi yang makin maju, kamu bisa mendapatkan modal usaha cukup dengan beberapa kali klik di smartphone plus koneksi internet, yaitu melalui layanan kartu kredit digital Kredivo.

Kredivo menawarkan fasilitas kredit tanpa kartu yang proses pengajuannya cepat, syaratnya mudah, bahkan tanpa survei. Pengajuan pun dilakukan secara online. Selain itu, Kredivo mampu memberikanmu limit kredit yang besar mencapai Rp 30 juta untuk digunakan belanja online, sekaligus bisa dicairkan dalam bentuk dana tunai untuk menambah modal usahamu.

  1. Anggapan sosial yang meremehkan pengusaha wanita
Baca Juga:  3 Pelajaran Keuangan dari Serial Game of Thrones

Dunia wirausaha memang keras dan maskulin, sehingga melahirkan konstruksi sosial yang mengatakan kalau dunia wirausaha hanya cocok untuk pria. Wanita dirasa terlalu lemah untuk bisa bertahan, apalagi bersaing dengan pria.

Padahal, wanita punya banyak keunggulan yang nggak dimiliki pria dalam berbisnis. Misalnya, dalam pengambilan keputusan, wanita cenderung tidak terburu-buru mempertimbangkan pilihannya. Begitu juga dalam menjalin relasi bisnis, wanita lebih pandai menggaet perhatian orang lain ketika bersosialisasi. Selain itu, kemampuan multitasking dan perhatian terhadap detail pun lebih dimiliki oleh wanita, lho!

Pokoknya, kalau kamu giat berusaha, sangat wajar untuk bisa sukses dan bersaing dengan pria.  Berdasarkan data Bank Indonesia, dari 57,83 juta UMKM di Indonesia, 60 persennya dikelola oleh perempuan. Gimana, sudah makin pede buat memulai usahamu?                  

  1. Keterbatasan ilmu pengetahuan bisnis

Rencana bisnis? Checked. Modal? Checked. Bagaimana dengan wawasan dan pendidikan bisnis dan kewirausahaan? Perlukah kita sekolah bisnis atau meraih gelar sarjana ekonomi untuk jadi pengusaha wanita?

Jawabannya, nggak perlu! Buat kamu yang merasa masih awam mengenal dunia bisnis, kamu bisa mempelajari bisnis dari berbagai sumber. Yang paling sederhana, misalnya, kamu bisa baca buku tentang kiat berbisnis, baik buku fisik maupun e-book.

Ingin belajar langsung dari suhu bisnis? Ikuti kelas, seminar dan lokakarya bisnis supaya kamu bisa belajar bisnis langsung dari ahlinya. Bahkan, sekarang kamu bisa ikut kursus bisnis secara online.

Selain itu, kamu juga bisa belajar bisnis dengan bergabung dengan jejaring wirausahawan, atau ikut forum bisnis. Sekalian nambah teman baru, kan? Siapa tahu, kamu juga bisa bertemu dengan calon rekan bisnismu.

  1. Terjebak di antara peran keluarga dan bisnis

Dilema semacam ini sering menjumpai perjalanan hidup wanita, yaitu ketika ekspektasi sosial mengharuskan mereka hanya memilih dua peran: menjadi istri dan ibu.

Tak perlu mengindahkan ekspektasi sosial tersebut. Mengejar cita-cita tak terbatas pada peran sosial. Kamu masih bisa berbisnis meskipun sudah menikah. Kamu juga masih bisa berbisnis meski harus melayani suami dan mengurus anak.

Sadarilah betapa hebatnya dirimu yang sehari-hari yang mampu mengerjakan beberapa pekerjaan rumah sekaligus, kuliah sambil bekerja, atau mengurus keluarga sambil bekerja. Terlebih jika keluarga bisa menjadi support system yang baik untukmu. Sehingga tidak ada kata tak mungkin untuk memulai bisnis meski sudah berkeluarga.

So, buat kamu dan seluruh wanita keren di luar sana, jangan takut untuk berbisnis! Dengan persiapan matang dari segi konsepsi ide, riset, perencanaan, dan modal, saatnya bersinar dan buktikan bahwa terlahir perempuan tidak akan mematikan langkahmu jadi pengusaha sukses.

Jangan lupa, sebagai sesama wanita di luar sana, tingkatkan semangat girl power dengan saling support satu sama lain ya. Selamat Hari Kartini, Wanita Indonesia!

Share this article