pinjaman uang _ Kredivo

6 Cara Cerdas Miliki Dana Darurat

Semakin meningkatnya biaya kebutuhan hidup membuat banyak orang lupa untuk menyisihkan dana darurat. Padahal, mempersiapkan dana ini akan sangat membantu keuangan kamu agar tetap sehat dan terkelola.

Zaman sekarang menabung, berinvestasi serta mempersiapkan sejumlah dana darurat itu penuh tantangan. Berhemat juga tidak mudah dilakukan mengingat kita hidup di tengah arus mainstream orang-orang yang mengedepankan gaya hidup konsumtif.

Tapi, ingatlah bahwa hidup penuh dengan ketidakpastian, sehingga bijak dan smart mengelola uang menjadi hal yang tak bisa disepelekan. Roda kehidupan yang berputar bisa bergulir tiba-tiba tanpa diduga. Seseorang bisa saja mengalami sakit, bangkrut usaha hingga kena PHK. Jadi, memiliki dana darurat merupakan hal penting demi keamanan keuangan di masa depan.

Fungsinya sendiri yaitu digunakan untuk mengantisipasi keadaan yang membutuhkan anggaran segar siap pakai dalam jumlah besar. Tak banyak yang menyadari pentingnya punya dana darurat atau masih bingung bagaimana mulainya.

Berikut 5 cara sederhana yang bisa kamu praktikkan!

  1. Cermati Pendapatan dan Pengeluaran

Cermati dan catat secara rinci pendapatan dan pengeluaran kamu setiap bulannya. Khusus pengeluaran, tuliskan semua rinciannya untuk apa saja. Setelah mengetahui total nominal arus keuangan barulah kamu tentukan berapa jumlah dana yang bisa disisihkan untuk keperluan dana darurat.

Idealnya, kamu perlu mengumpulkan dana darurat sebesar enam kali total pendapatan dengan besaran 10% dari total pendapatan atau gaji bulanan kamu. Aturan ini berlaku jika kamu masih berstatus single atau belum berkeluarga.

Bagi yang sudah berkeluarga—kumpulkan dana darurat sebanyak dua belas kali pendapatan/gajimu setiap bulan. Misal, pendapatan per bulan sebesar Rp 10 juta, maka kalikan dengan 12 menjadi Rp 120 juta.

  1. Anggap Dana Darurat adalah Utang
Baca Juga:  Penutupan Asian Games 2018 Sebentar Lagi, Kamu Wajib Tahu 4 Fakta Ini

Agar benar terkumpul secara konsisten, kamu perlu berdisiplin lebih. Anggaplah dana darurat ini sebagai utang yang harus dibayarkan. Logikanya, kamu saat ini memang berutang kepada dirimu di masa depan—untuk keuangan yang lebih aman, mapan, mantap dan lebih baik lagi.

Agar lebih mudah, kumpulkan dana darurat di dalam rekening terpisah dari rekening penerimaan gaji. Usahakan untuk sisihkan 10% sebagai tabungan dana darurat setiap bulannya.

  1. Kurangi Pengeluaran Konsumtif

Tentukan prioritasmu. Mana yang lebih penting, berhura-hura dan menghabiskan uang untuk keperluan konsumtif atau untuk menabung? Kurangi bahkan stop tidak perlu yang cenderung konsumtif. Kamu perlu berkomitmen tegas dan mengubah mindset serta gaya hidupmu jika ingin benar-benar sukses dalam hal ini. Eliminasi juga pengeluaran yang tidak ada urgensinya. Kamu tentu tak mau, bukan, terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang merugikan?

  1. Miliki Asuransi

Memiliki asuransi menjadi bagian penting sebagai salah satu cara agar keuangan tetap stabil ketika ada kejadian tak terduga, misalnya sakit atau kecelakaan. Oleh sebab itu, punya asuransi kesehatan atau asuransi perjalanan untuk antisipasi hal-hal tidak terduga itu perlu. Setidaknya, cara ini bisa membuat dana daruratmu tidak akan terkuras habis kalau sudah punya asuransi.

Apalagi sekarang, beli asuransi tidak ribet, bisa dibeli secara online melalui Cermati.com. Semua informasi tentang asuransi juga tersedia secara gratis di Cermati.com/ruang-edukasi yang bisa kamu pelajari lebih lanjut sebelum kamu membeli asuransi apa yang sesuai dengan kebutuhanmu.     

  1. Evaluasi Arus Keuangan Enam Bulan Sekali

Lakukan evaluasi setiap enam bulan untuk arus pengeluaran dan pemasukan keuangan mu. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah kamu sudah berhasil memiliki dana darurat atau sebaliknya, uangmu hilang entah ke mana? Evaluasi ini bertujuan agar kamu bisa belajar konsisten dalam mengelola keuanganmu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  1. Manfaatkan cicilan untuk belanja kebutuhan
Baca Juga:  Kredit Macet: Bagaimana Menghindari dan Mengatasinya?

Seperti yang disebutkan di atas, idealnya kamu mengumpulkan dana sejumlah 10% dari penghasilan untuk dana darurat. Artinya, kamu harus memantau pengeluaran supaya tak melenceng dari rencana awal. Namun, ada saatnya muncul kebutuhan-kebutuhan di luar rencana. Misalnya laptop yang selama ini dipakai bekerja rusak, mau tak mau, kamu  harus membeli yang baru. Supaya tak mengganggu arus kas, kamu bisa memanfaatkan fasilitas cicilan yang diberikan kartu kredit, atau kredit online seperti Kredivo.

Mulai Secara Bertahap

Manajemen keuangan yang baik itu membutuhkan proses dan yang terpenting kamu mulai secara bertahap. Ingat, kondisi keuangan yang buruk tidak baik bagi kesehatan mental dan fisik manusia. Itulah sebabnya disarankan untuk mengelola keuangan dan punya dana cadangan agar senantiasa aman dan nyaman demi keselamatan di masa depan. Semangat ya!


Artikel ini merupakan kerja sama antara Kredivo dan Cermati.

Share this article