kemerdekaan finansial_Kredivo

Meraih Kemerdekaan Finansial Lewat 4 Langkah Perjuangan

MERDEKA! Begitu pekik masyarakat Indonesia setiap hari kemerdekaan tiba. Tepat pada tanggal 17 Agustus nanti, genap 73 tahun Indonesia bebas dari penjajah. Namun, apakah seluruh masyarakat Indonesia sudah benar-benar mencapai kemerdekaan finansial, dan terbebas dari masalah keuangan?

Robert Kiyosaki, pakar finansial dan penulis buku Rich Dad Poor Dad, mendefinisikan financial freedom sebagai kondisi dimana seseorang benar-benar bebas menjalankan hidup yang diinginkan. Setelah membaca definisi tersebut, coba tanyakan pada dirimu: sudahkah kamu mencapai kemerdekaan finansial? Jika jawabannya belum, lalu sampai kapan kamu akan dijajah oleh kesulitan keuangan?

Untuk meraih kemerdekaan finansial, dibutuhkan perjuangan ekstra. Apalagi jika kamu mau mendapatkannya di usia muda. Namun, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Dengan 4 cara berikut, merdeka finansial di usia muda bukanlah hal yang mustahil!

Buat target dan lakukan perhitungan

Tentukan terlebih dahulu tujuan finansial yang ingin dicapai baik dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Kemudian, tentukan bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Hitung berapa jumlah aset yang kamu miliki saat ini, dan hitung lama waktu yang tersedia untuk mengumpulkan dana yang masih kurang. Berangkat dari sana, kamu bisa memaksimalkan aset yang kamu miliki saat ini, dan menemukan cara untuk menambah dana, sehingga target finansialmu pun bisa tercapai lebih cepat.

Lipat gandakan uang dengan investasi

Banyak orang yang hanya fokus mendapatkan uang melalui bekerja. Padahal sesungguhnya, ada 2 sumber penghasilan yang bisa diperoleh: melalui bekerja, bisnis, dan investasi. Bahkan investasi juga bisa mengubah penghasilan inti kita menjadi berlipat ganda. Ada beberapa alternatif instrumen investasi yang bisa dipilih. Mana yang paling baik? Semua tergantung dari target yang ingin dicapai.

Kalau kamu mau segera memenuhi target jangka pendekmu, maka kamu bisa mencoba investasi jangka pendek seperti melalui reksa dana, atau Peer to Peer (P2P) Lending. Jika masih pemula, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang yang memiliki risiko lebih kecil dibandingkan reksa dana lainnya. Umumnya, potensi imbal hasil reksa dana pasar uang mencapai 7,75% per tahun. Sedangkan pada P2P Lending, kamu bisa memberi pinjaman pada pengusaha kecil menengah dan mendapatkan imbal hasil setelahnya. Potensi keuntungan bunga efektif pada P2P lending sebesar 19% per tahun.

Sedangkan untuk kamu yang mau berinvestasi jangka panjang, bisa memilih instrumen berupa tanah dan bangunan, atau menanam saham pada perusahaan terbuka. Per tahunnya, tanah dan bangunan mengalami kenaikan hingga 15-20%, dan jika kamu berinvestasi melalui saham di perusahaan terbuka, artinya kamu menjadi salah satu bagian dari pemilik perusahaan tersebut.

Maksimalkan modal yang ada untuk jalankan bisnis

Baca Juga:  Kredit Macet: Bagaimana Menghindari dan Mengatasinya?

Seperti yang telah disebutkan di atas, bisnis merupakan salah satu cara untuk memperoleh penghasilan. Namun, untuk membangun sebuah bisnis, diperlukan yang namanya modal. Tapi jangan khawatir duluan, karena makna modal di sini tak melulu berarti uang dalam jumlah besar, melainkan semua aset mulai dari harta benda, hingga keahlianmu. Sebab, di era yang serba canggih ini, kamu bisa membuka usaha apapun, mulai dari yang tanpa dana sama sekali, hingga yang membutuhkan dana tinggi. Intinya, maksimalkan semua aset yang kamu miliki sebagai modal dan putar kembali keuntungan yang didapat ke dalam bisnismu.

Bagi kamu yang terbatas dana, maksimalkanlah keahlianmu, seperti menulis, atau desain grafis misalnya, dan jual jasamu tersebut. Merasa tak punya skill? Tenang, kamu bisa jadi menjual barang milik orang lain tanpa harus membeli produknya terlebih dahulu, alias menjadi reseller. Sedangkan untuk yang punya modal lebih, tentunya kamu semakin punya banyak pilihan bisnis untuk digeluti. Kamu bisa memilih bisnis yang sifatnya tak lekang oleh zaman seperti bisnis kuliner atau bisnis properti.

Berteman dengan utang produktif

Untuk memutar asetmu, ada kalanya kamu membutuhkan fasilitas kredit. Tentu tak jadi masalah, apalagi jika utang tersebut mampu menghasilkan uang lagi di masa depan. Misalnya kamu mau membangun bisnis coffee shop, untuk menjadi barista andal di coffee shop milikmu nanti, kamu membutuhkan beberapa peralatan untuk latihan. Mengingat harganya cukup mahal, kamu memilih untuk mencicilnya.

Dalam situasi ini, utang tersebut adalah utang produktif, karena mampu menghasilkan skill yang berguna untukmu kelak. Maka itu, bertemanlah dengan utang. Namun, pastikan bahwa kamu menggunakannya untuk hal produktif. Jangan lupa juga untuk memilih layanan kredit yang bunganya rendah seperti Kredivo, dan pastikan jumlah cicilannya tak lebih dari 30% penghasilan per bulan.

Tekad, rencana matang, dan sikap konsisten adalah kunci kemerdekaan finansial

Baca Juga:  Susah bayar Cicilan Bulanan? Coba Kurangi 3 Kebiasaan Kecil Berikut

Dengan cara-cara di atas, kemerdekaan finansialmu pun bisa segera tercapai, selama kamu punya rencana matang, tekad kuat, dan sikap konsisten. Indonesia sudah dijajah ratusan tahun hingga akhirnya bisa merdeka, jangan sampai kamu memerlukan waktu lebih lama lagi untuk mencapai kemerdekaan finansialmu sendiri!

Share this article