Mau Cepat Diterima Kerja? Hindari 3 Hal Berikut agar Tidak Salah Langkah

Melamar kerja rasanya bukan hal yang asing lagi bagi banyak orang. Motifnya tentu bermacam-macam, mulai dari untuk mendapatkan uang dengan cepat, sampai mendapatkan penghasilan tetap untuk menabung dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bisa dibilang mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu prioritas utama dalam hidup. Di tengah banyaknya situs pencarian kerja yang bertebaran secara online, bukan tidak mungkin seseorang bisa “menjual” dirinya ke berbagai perusahaan di waktu bersamaan.

Mendapatkan pekerjaan, bisa dibilang sulit tetapi juga gampang. Tentunnya, bagi kamu yang masih baru lulus kuliah atau fresh graduate, terkadang mendapatkan pekerjaan tidak semudah yang diinginkan. Mungkin waktu yang diperlukan bisa lebih lama karena belum memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

Namun, lain ceritanya apabila kamu sudah berpengalaman, tentu saja peluang diterima akan lebih besar karena sudah memiliki rekam jejak pekerjaan yang jelas. Apalagi bila kamu adalah karyawan yang baik dan memiliki prestasi di tempat kerjamu sebelumnya. Pindah kerja untuk mencari gaji yang lebih tinggi atau ingin berganti suasana adalah hal yang lumrah untuk dilakukan.

Baik itu fresh graduate atau yang sudah berpengalaman sekalipun, tentu saja semua harus melalui proses interview di tempat kerja yang baru sebelum bisa diterima bekerja. Setelah melalui tes atau proses interview yang diperlukan, disinilah terjadi masa tunggu.

Masa tunggu ini yang terkadang membuat banyak orang merasa kebingungan karena kepastian yang tidak kunjung datang. Namun, agar kamu bisa lebih cepat diterima, coba hindari hal-hal berikut agar tidak salah langkah.

Terlalu Sering Menghubungi Pihak HRD

Menanyakan status penerimaan kerja ke tim HRD di kantor baru memang sah-sah saja. Namun apabila terlalu sering dilakukan hal ini tentu tidak baik.

Banyak orang yang terlalu tidak sabar menunggu sehingga menghubungi pihak HRD secara berlebihan. Hal ini tentu saja bisa mengganggu dan tidak profesional. Apalagi sampai memanfaatkan berbagai cara sekaligus. Seperti menghubungi lewat nomor pribadi, atau mengirimkan pesan lewat sosial media dan e-mail dengan berlebihan setiap hari.

Hal ini tentu saja tidak akan mempercepat kamu untuk diterima kerja, malahan akan membuatmu kurang profesional. Percayalah, setiap anggota HRD atau rekrutmen perusahaan perlu menyeleksi orang dalam jumlah yang besar selain Kamu untuk posisi yang sama. Apabila kamu memang layak atau cocok, pasti akan cepat atau lambat dihubungi.

Kuncinya adalah tetap sabar dan cobalah fokus untuk melamar di tempat lain agar memiliki lebih banyak pilihan. Apabila memang ingin menanyakan statusnya, cobalah melakukan follow-up minimal 2 minggu setelah interview selesai.

Terlalu sering mengubah Ekspektasi Gaji

Hindari mengubah ekspektasi gaji yang ingin kamu capai terlalu sering. Karena hal ini, kamu bisa dicap tidak konsisten dan tidak kompeten.

Mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang layak tentu saja ideal untuk dicapai. Akan tetapi, cobalah jangan terlalu sering mengganti ekspektasi gaji yang ingin kamu terima terlalu sering di calon perusahaan barumu itu. Bisa saja kamu memikirkan ulang gaji yang kamu terima karena fasilitas atau beban kerja yang tidak sesuai.

Contohnya saja, di perusahaan tempatmu melamar ternyata tidak menawarkan asuransi kesehatan atau pertanggungan lainnya. Sehingga, kamu menaikkan jumlah gaji yang kamu inginkan ketika ditanya kembali oleh pihak rekrutmen atau saat kamu dikirimkan offer letter. Hal ini tentu akan membuatmu terlihat kurang profesional dan mempengaruhi penilaian pihak rekruter.

Ada baiknya, kamu melakukan research terlebih dahulu akan benefit apa saja yang bisa kamu terima sebelum kamu melamar kerja. Bila perlu, tanyakan saat proses interview sehingga kamu bisa menawar gaji yang sesuai ekspektasi dan kebutuhan.

Overselling Yourself

Memberi tahu berbagai pencapaian dan skills yang kamu punya saat proses interview memang bagus untuk “menjual” diri. Tapi, jangan terlalu berlebihan agar kamu tidak dicap angkuh atau sombong.

Saat proses interview kamu memang perlu pintar-pintar menceritakan berbagai prestasi, pencapaian, atau kemampuan yang kamu miliki kepada pihak rekruter. Tentu saja hal ini bisa membantumu mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat apabila prestasi dan rekam jejakmu sebelumnya baik.

Namun, hindari overselling atau terlalu percaya diri sehingga memposisikan dirimu sebagai karyawan yang super pintar dan banyak dicari orang. Hindarilah terlalu menyombongkan diri atau menganggap kemampuan yang kamu miliki pantas untuk dihargai tinggi. Apabila kamu memang kompeten, tidak perlu khawatir, pasti akan digaji sesuai dengan ekspektasi.

Sabar dan Profesional

Memiliki kepribadian yang sabar dan baik adalah salah satu modal utama agar kamu bisa cepat diterima di perusahaan. Lakukan follow-up dengan waktu yang sesuai, namun tetaplah jaga sikap profesional sebagai seorang pelamar. Ingat, apabila kamu tetap sabar dan menjaga sikap, pasti pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi bisa lebih cepat didapat. Semoga tips ini berguna agar kamu cepat dapat kerja!

Artikel ini merupakan kerja sama Kredivo & Cermati.com

Share this article